Sabtu, 16 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemprov Malut

Wagub Maluku Utara Sarbin Sehe Hadiri Panen Perdana Udang Vaname di Halmahera Barat

Dalam panen perdana ini, budidaya udang vaname di Halmahera Barat dengan sistem semi intensif berhasil menghasilkan sekitar 1,5 ton udang berkualitas

Tayang:
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
Dok: Biro Adpim Setda Pemprov Malut
AGENDA: Wakil Gubernur Maluku Utara Sehe panen udang Vaname dengan menggunakan jaring kecil, dibantu seorang warga, Jumat (15/5/2026). Plt Kepala DKP Maluku Utara,  Fauzi Momole menjelaskan, sistem semi intensif yang diterapkan mengombinasikan penggunaan pakan buatan dengan produktivitas alami seperti fitoplankton serta dukungan aerasi mekanik menggunakan kincir atau circulator 
Ringkasan Berita:1. Pemprov Maluku Utara mulai mengembangkan budidaya udang vaname sebagai strategi memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan PAD, sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir
2. Langkah tersebut ditandai dengan panen perdana udang vaname yang digelar DKP Maluku Utara bersama BUMDes Jiko Banau di Desa Tuada, Halmahera Barat
3. Dalam panen perdana itu, budidaya udang vaname dengan sistem semi intensif berhasil menghasilkan sekitar 1,5 ton udang berkualitas

TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Pemprov Maluku Utara mulai mengembangkan budidaya udang vaname sebagai strategi memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir.

Langkah tersebut ditandai dengan panen perdana udang vaname yang digelar Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Maluku Utara bersama BUMDes Jiko Banau di Desa Tuada, Halmahera Barat, Jumat (15/5/2026).

Dalam panen perdana itu, budidaya udang vaname dengan sistem semi intensif berhasil menghasilkan sekitar 1,5 ton udang berkualitas dengan harga jual mencapai Rp100 ribu per kilogram.

Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe mengatakan, pengembangan budidaya udang vaname tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga menjadi sarana edukasi ekonomi produktif bagi masyarakat desa pesisir.

Baca juga: 12 Ramalan Zodiak Besok Sabtu 16 Mei 2026: Gemini dan Aries Peristiwa Penting, Taurus Peluang Baru

"Budidaya perikanan, khususnya udang vaname, memiliki potensi ekonomi yang besar apabila dikelola secara konsisten dan berkelanjutan, "ujar Sarbin.

Menurutnya, kekayaan sumber daya kelautan Maluku Utara harus dibarengi dengan tata kelola yang baik, termasuk penguatan akses pasar agar hasil perikanan daerah mampu bersaing secara kompetitif.

Senada dengan itu, Wakil Bupati Halmahera Barat, Djufri Muhammad, menilai budidaya udang vaname menjadi peluang baru dalam meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Tuada yang selama ini dikenal sebagai kawasan nelayan.

AGENDA: Wakil Gubernur Maluku Utara Sehe panen udang Vaname dengan menggunakan jaring kecil, dibantu seorang warga, Jumat (15/5/2026)
AGENDA: Wakil Gubernur Maluku Utara Sehe panen udang Vaname dengan menggunakan jaring kecil, dibantu seorang warga, Jumat (15/5/2026) (Dok: Biro Adpim Setda Pemprov Malut)

Ia menyebut program tersebut sejalan dengan agenda pemerintah pusat melalui pengembangan Desa Nelayan Merah Putih.

Sementara itu, Plt Kepala DKP Maluku Utara,  Fauzi Momole menjelaskan, sistem semi intensif yang diterapkan mengombinasikan penggunaan pakan buatan dengan produktivitas alami seperti fitoplankton serta dukungan aerasi mekanik menggunakan kincir atau circulator.

"Sistem semi intensif ini dinilai efektif karena mampu meningkatkan produktivitas tambak tanpa memerlukan pengelolaan sekompleks sistem intensif penuh, "kata Fauzi.

Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas 11 Tingkat Lanjut Halaman 92: Lets Read, Activity 5

Pada kesempatan tersebut, Sarbin juga menekankan pentingnya penguatan ekonomi nelayan secara terintegrasi sesuai arahan Presiden Prabowo terkait pembangunan kampung nelayan sebagai pusat produksi, pengolahan, hingga pemasaran hasil perikanan rakyat.

Melalui program budidaya udang vaname ini, Pemprov Maluku Utara menegaskan komitmennya memperkuat pembangunan ekonomi berbasis kelautan melalui konsep ekonomi biru yang mengedepankan pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan potensi lokal.

Keberhasilan panen perdana tersebut diharapkan menjadi model pengembangan ekonomi desa pesisir di Maluku Utara sekaligus mendorong terciptanya program ketahanan pangan yang produktif dan berkelanjutan. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved