Halmahera Timur
Soroti Kapal Tongkang di Perairan Maba Halmahera Timur, LCI: Ancaman Laut dan Nelayan
Direktur Lingkar Cita Institute, Rusmin Hasan, menyoroti belasan kapal tongkang milik perusahaan pertambangan yang berada di perairan Kota Maba
Penulis: Amri Bessy | Editor: Sitti Muthmainnah
TRIBUNTERNATE.COM,MABA- Direktur Lingkar Cita Institute (LCI), Rusmin Hasan, menyoroti belasan kapal tongkang milik perusahaan pertambangan yang berada di perairan Kecamatan Kota Maba, Halmahera Timur, Maluku Utara.
Penampakan sejumlah kapal tongkang yang sedang berlabu di perairan wilayah Kota Maba dinilai mengancam ekosistem laut serta merampas ruang nelayan.
"Kapal tongkang merampas hak-hak warg yang memiliki mata pencarian sebagai nelayan. Selain itu diduga dapat merusak ekosistem laut karena memuat ore nikel," katanya, Jumat (29/8/2025).
Baca juga: Malut United Mainkan 3 Gelandang Asing, Redam Agresifitas PSIM, Hendri Susilo: Kami Ingin Menang
Menurut Rusmin, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Timur sudah harus memperhatikan kondisi tersebut.
"Sebagaimana telah dibahas dalam Ranperda yang diinisiasi DPRD untuk disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda,red), terkait penyelenggaraan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup," jelasnya.
Ia menegaskan, kepada seluruh pihak perusahaan pertambangan di Halmahera Timur, agar tidak menutup telinga dan segera mengambil langkah, untuk keselamatan ekosistem laut.
"Jika dibiarkan, tentunya hal ini sangat mengganggu aktivitas warga, khususnya nelayan yang banting tulang menghadapi badai di perairan Kota Maba untuk menafkahi anak istri mereka," ujarnya.
Baca juga: Profil IPDA Irwan Sanjaya Hamu, Perjalanan Karier hingga Jadi Kapolsek Tidore Utara
Seraya menambahkan, masyarakat Halmahera Timur tidak menolak adanya aktivitas pertambangan.
Namun persoalan lingkungan tak boleh diabaikan oleh pihak perusahaan.
"Prinsipnya kami menginginkan pihak perusahaan tambang segera menertibkan kapal tongkang yang menghalangi aktivitas nelayan dan kerusakan ekosistem laut," tandasnya. (*)
| Protes Jalan Rusak, Warga Tutuling Jaya Haltim Pilih Tanam Pohon Pisang |
|
|---|
| Lagi, Warga Desa Fayaul Haltim Blokade Jetty PT JAS: Tuntut Transparansi dan Pemulihan Lingkungan |
|
|---|
| Sidak Intens Ricky Richfat Tuai Apresiasi, Dorong Profesionalisme ASN Pemkab Haltim |
|
|---|
| Harga Dexlite di Halmahera Timur Melonjak Tajam Jadi Rp 24.150 per Liter, Sopir Truk Mengeluh Pasrah |
|
|---|
| Dituding Selingkuh dengan Oknum Polisi, Istri Warga Haltim Akui Hanya Komunikasi Biasa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/kapal-tongkang-di-perairan-maba.jpg)