Pemprov Malut
Lewat Program BEJO’S, Bappeda Maluku Utara Ajak Media Lokal Tingkatkan Profesionalisme
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara berkomitmen memperkuat ekosistem pers daerah melalui sinergi dan model kolaborasi strategis
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
- Pemprov Maluku Utara berkomitmen memperkuat ekosistem pers daerah melalui sinergi dan model kolaborasi strategis
- Komitmen itu disampaikan dalam materi berjudul “Dukungan dan Kolaborasi Pemerintah Daerah dalam Mewujudkan Industri Pers dan Media Massa yang BEJO’S”.
- Dokumen tersebut memotret kondisi media lokal saat ini, tantangan yang dihadapi, serta arah kebijakan baru untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme industri pers.
TRIBUNTERNATE.COM,SOFIFI— Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara berkomitmen memperkuat ekosistem pers daerah melalui sinergi dan model kolaborasi strategis.
Komitmen itu disampaikan dalam materi berjudul “Dukungan dan Kolaborasi Pemerintah Daerah dalam Mewujudkan Industri Pers dan Media Massa yang BEJO’S”, yang dipresentasikan Kepala Bappeda Maluku Utara, Muhammad Sarmin S. Adam, pada Jumat (5/12/2025) di Ternate dalam acara yang diprakarsai oleh Bidang Ideologi Kebangsaan, Politik, dan Demokrasi Bappenas RI.
Dokumen tersebut memotret kondisi media lokal saat ini, tantangan yang dihadapi, serta arah kebijakan baru untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme industri pers di Maluku Utara.
Baca juga: Dugaan Korupsi Pasar Murah Rp 7 Miliar di Disperindag Malut: Penetapan Tersangka Tunggu Audit BPK
Dalam paparannya, Sarmin menjelaskan bahwa industri pers di Maluku Utara tengah menghadapi tekanan besar, mulai dari peralihan konsumsi informasi ke media digital, keterbatasan SDM jurnalistik yang tersertifikasi, hingga ketatnya persaingan dengan media nasional dan media sosial.
Selain itu, tantangan literasi digital masyarakat yang belum merata serta keterbatasan infrastruktur internet di sejumlah wilayah masih menjadi hambatan dalam distribusi informasi. Kondisi ekonomi bisnis media yang tidak stabil juga membuat banyak perusahaan pers kesulitan membangun model bisnis yang berkelanjutan.
Saat ini, terdapat lebih dari 50 media lokal yang tersebar dalam bentuk media cetak, elektronik, dan digital. Media-media ini memiliki peluang besar untuk tumbuh, mengingat kekayaan konten lokal seperti budaya, pariwisata, kelautan, dan ekonomi kreatif yang dapat diangkat sebagai kekuatan naratif daerah.
Dalam dokumen itu ditegaskan bahwa media memiliki peran strategis sebagai penyampai informasi pembangunan, pengawas jalannya pemerintahan, penggerak partisipasi publik, penguat identitas daerah, hingga sebagai garda depan dalam mitigasi krisis dan edukasi publik.
“Pers merupakan mitra penting pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang valid, cepat, dan edukatif,” demikian salah satu poin penting yang disampaikan dalam materi tersebut.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyiapkan sejumlah langkah konkret untuk memperkuat media lokal, antara lain:
- Dukungan regulasi dan kebijakan kemitraan yang lebih transparan.
- Peningkatan kompetensi SDM melalui pelatihan jurnalistik, workshop, serta kerja sama dengan Dewan Pers dan kampus.
- Penguatan infrastruktur, terutama akses internet merata dan fasilitas publik pendukung kegiatan pers.
- Optimalisasi informasi publik, termasuk penyediaan press room, konferensi pers berkala, dan keterbukaan data.
Salah satu agenda besar Pemprov Malut adalah mendorong implementasi Media BEJO’S, yakni konsep media yang Bersih, Efektif, Jurnalistik, Objektif, dan Sehat.
Strategi pelaksanaannya meliputi empat tahap:
1. Fondasi: pemutakhiran regulasi dan pendataan perusahaan pers.
2. Penguatan: pelatihan SDM, literasi digital, dan transformasi digital media.
3. Eksekusi: peluncuran program BEJO’S Media serta penghargaan Media BEJO’S Award.
4. Evaluasi: pemantauan KPI dan pelaporan dampak secara berkala.
Program ini diharapkan mampu menghadirkan media yang lebih profesional, mandiri secara bisnis, dan memiliki standar pemberitaan yang tinggi.
Dalam penutup materi, Sarmin menegaskan pentingnya menjadikan media lokal sebagai mitra utama co-creation konten pembangunan mulai dari literasi publik, mitigasi bencana, ekonomi kreatif, hingga penguatan identitas budaya.
Baca juga: DPRD Malut Soroti Penyelundupan Minyak Tanah ke Area Tambang: Izin Pangkalan Nakal Terancam Dicabut
Pemerintah juga menyoroti perlunya sinkronisasi program digital Pemprov, termasuk program “Merdeka Signal”, dengan peningkatan kapasitas media lokal agar mampu beradaptasi dengan era digital.
| Musrenbang Haltim 2027, Bappeda Maluku Utara Tegaskan Pembangunan Harus Berakar dari Aspirasi Rakyat |
|
|---|
| Bocah 3 Tahun di Haltim Tak Bisa Bicara, Sherly Laos Gercep Instruksikan Perawatan Anak Stunting |
|
|---|
| DP3A Maluku Utara Dorong Penguatan Perlindungan Perempuan dan Anak, Kasus Kekerasan Mulai Menurun |
|
|---|
| Rakor DP3A Malut, Samsuddin A Kadir Minta Penanganan Kasus Perempuan dan Anak Lebih Komprehensif |
|
|---|
| Pemprov Malut Fokus Rehabilitasi 50 Rumah Warga Desa Sibenpopo Pasca Bentrok |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/sarmin-di-kantor-tribun-ternate.jpg)