Pemprov Malut
Bocah 3 Tahun di Haltim Tak Bisa Bicara, Sherly Laos Gercep Instruksikan Perawatan Anak Stunting
Anak tersebut ditemui dalam kunjungan Sherly Laos yang berlangsung pada Kamis (5/3/2026) lalu, saat ia meninjau penerima bantuan RTLH
Penulis: Iga Almira Rugaya Assagaf | Editor: Iga Almira Rugaya Assagaf
Ringkasan Berita:
- Anak tersebut ditemui dalam kunjungan Sherly Laos yang berlangsung pada Kamis (5/3/2026) lalu, saat ia meninjau penerima bantuan RTLH di Desa Gulapopo.
- Sherly Laos berkomitmen menanggung seluruh biaya pengobatan, tiket keberangkatan, hingga kebutuhan hidup ibu dan anak tersebut selama masa perawatan.
- Langkah ini diharapkan dapat membantu Sisil tumbuh besar dan sehat mengejar keterlambatan perkembangan yang ia alami.
TRIBUNTERNATE.COM, MABA - Momen emosional terjadi saat Gubernur Maluku Utara Sherly Laos menemukan seorang anak berusia 3 tahun yang menderita gizi buruk kronis atau stunting di Desa Gulapapo, Halmahera Timur.
Anak tersebut ditemui dalam kunjungan Sherly Laos yang berlangsung pada Kamis (5/3/2026) lalu, saat ia meninjau penerima bantuan RTLH di Desa Gulapopo.
Anak tersebut dilaporkan belum bisa bicara dan mengalami kesulitan makan. Tanpa ragu, Sherly Laos langsung langsung menawarkan bantuan evakuasi medis ke RSUD Chasan Boesoirie Ternate.
Baca juga: Maksud dan Tujuan Bupati Halmahera Tengah Ikram M Sangadji Sapa Siswa SMPN 6 Banemo
Sherly Laos berkomitmen menanggung seluruh biaya pengobatan, tiket keberangkatan, hingga kebutuhan hidup ibu dan anak tersebut selama masa perawatan yang diperkirakan memakan waktu 3 hingga 6 bulan.
"Sudah tiga tahun?" Tanya Gubernur Sherly Laos ke ibu sang anak penderita stunting. Anak tersebut diketahui telah berumur tiga tahun tapi belum bisa berbicara.
"Ibu tidak kasih ASI?" tanya Sherly Laos.
Sherly Laos kemudian menggendong anak tersebut dengan raut wajah sedih. "Bawa dia ke RSUD Chasan Boesoerie kaya kemarin." Instruksi Sherly Laos ke Kepala Dinas Sosial Maluku Utara Zen Kasim.
"Kemarin tuh ada yang stunting juga, akhirnya dari yang tidak bisa bicara dan tidak bisa melihat sekarang sudah bisa," ujarnya.
"Ini tiga tahun loh," kata Sherly Laos ke kamera dengan raut wajah sedih, masih menggendong anak perempuan yang diketahui bernama Sisil itu.
"Kapan mau dibawa? Tapi dia harus tinggal lama beberapa bulan. Dia harus infus lama di wisma. Ibu kerja apa?" Tanya Sherly Laos ke ibu sang anak.
"Kalau gak kerja berarti ibu kerja di wisma aja, makan apa semua kita tanggung. Anaknya harus besar, ada gizi, bisa bicara baru ibu balik," jelas Sherly Laos.
Kepada Ibu Sisil Sherly Laos menjelaskan, sang anak akan menjalani perawatan intensif di wisma minimal 6 bulan hingga gizinya membaik.
Perawatan yang diterima Sisil berupa terapi dan asupan gizi yang cukup termasuk penanganan medis melalui infus untuk mempercepat pemulihan kondisi kesehatannya.
Langkah ini diharapkan dapat membantu Sisil tumbuh besar dan sehat mengejar keterlambatan perkembangan yang ia alami.
Momen emosional tersebut juga dibagikan Sherly Laos melalui akun instagram pribadinya @s_tjo, Sabtu (4/4/2026).
| Maluku Utara Jadi Lokus Policy Sandbox Penguatan Pers dan Media BEJO’S |
|
|---|
| Sekda Malut: PKA Harus Hasilkan Dampak Nyata, Bukan Sekadar Dokumen |
|
|---|
| Pemprov Maluku Utara Percepat Digitalisasi Keuangan, KKPD Jadi Andalan Tingkatkan Transparansi |
|
|---|
| DBH hingga Tanggung Jawab Lingkungan di Maluku Utara Jadi Sorotan BAM DPR RI |
|
|---|
| Gubernur Malut Ganti Direktur RSUD Chasan Boesoirie, Rosita Alkatiri Jadi Plt |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/sherly-laos-dan-sisil.jpg)