Pemprov Malut
Pemprov Maluku Utara Luncurkan Program RTLH 2026, 1.200 Rumah Akan Dibangun dan Direhabilitasi
Pemerintah Provinsi Maluku Utara menargetkan sekitar 1.200 unit rumah akan dibangun atau direhabilitasi sepanjang 2026
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
Ringkasan Berita:1. Pemerintah Provinsi Maluku Utara secara resmi meluncurkan Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Tahun 20262. Peluncuran simbolis dilakukan Gubernur Maluku Utara Sherly Laos, didampingi Wali Kota Ternate Tauhid Soleman3.Peluncuran ditandai dengan penyerahan bantuan kepada Rani, warga Kelurahan Maliaro, Kota Ternate, sebagai penerima pertama program RTLH tahun ini
TRIBUNTERNATE.COM,SOFIFI— Pemerintah Provinsi Maluku Utara secara resmi meluncurkan Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Tahun 2026.
Peluncuran simbolis dilakukan Gubernur Maluku Utara Sherly Laos, didampingi Wali Kota Ternate Tauhid Soleman, Sekretaris Daerah Samsuddin A. Kadir, Kepala Dinas Perkim Musrifa Alhadar, serta jajaran terkait pada Jumat (14/2/2026).
Peluncuran ditandai dengan penyerahan bantuan kepada Rani, warga Kelurahan Maliaro, Kota Ternate, sebagai penerima pertama program RTLH tahun ini.
Kepada TribunTernate.com, Gubernur Sherly menjelaskan bahwa rumah milik Rani akan menjadi proyek perdana RTLH 2026 di Maluku Utara.
Baca juga: Lebih dari 377 Ribu Warga Maluku Utara Masuk Penerima PBI-JKN 2026
“Secara simbolis hari ini kami meluncurkan program penanganan rumah tidak layak huni kepada Ibu Rani sebagai penerima pertama di Kota Ternate,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara menargetkan sekitar 1.200 unit rumah akan dibangun atau direhabilitasi sepanjang 2026.
Rumah milik Rani akan dibongkar dan dibangun kembali menjadi rumah tipe 36 dengan fasilitas dua kamar tidur dan satu kamar mandi.
Gubernur menegaskan, program tahun ini mengalami sejumlah perbaikan berdasarkan evaluasi pelaksanaan tahun sebelumnya.
“Belajar dari pengalaman 2025, banyak hal teknis yang kami perbaiki, salah satunya desain rumah. Tahun lalu tidak ada contoh fisik, sehingga penerima tidak mengetahui hasil akhirnya,” jelasnya.
Tahun ini, pemerintah menyediakan desain standar rumah yang dicetak sehingga penerima bantuan dapat memantau kesesuaian pembangunan.
Standar rumah RTLH 2026 meliputi:
• Tampak depan diplester dan dicat
• Bagian dalam diplester tanpa cat
• Atap menggunakan bahan standar
• Lantai belum menggunakan keramik karena keterbatasan anggaran
Total anggaran pembangunan rumah baru sebesar Rp60 juta per unit. Dari jumlah tersebut:
• 10–15 persen digunakan untuk upah tukang
• Sisanya diberikan dalam bentuk material bangunan seperti bata, semen, dan kebutuhan konstruksi lainnya
Gubernur mengingatkan penerima bantuan untuk memeriksa jumlah material yang diterima sebelum menandatangani berita acara.
“Pastikan material yang diterima sesuai. Jika dalam dokumen tertulis 100 sak semen, maka harus dihitung benar-benar 100 sak,” tegasnya.
Material akan dikirim dalam dua tahap untuk mencegah kerusakan dan memudahkan penyimpanan.
Untuk sementara, atap rumah menggunakan bahan fiber berwarna biru. Pemerintah juga menetapkan standar desain yang seragam guna memudahkan pengawasan dan audit.
“Dengan standar yang jelas dan transparan, proses pengawasan akan lebih mudah,” kata Sherly.
| Wakil Gubernur Maluku Utara Paparkan Kinerja 2025, Ekonomi Melonjak |
|
|---|
| Pengangguran Meningkat, Wakil Gubernur Maluku Utara Minta OPD Segera Lakukan Mitigasi |
|
|---|
| Sherly Laos: Maluku Utara OTW Jadi Gerbang Ekonomi Baru di Kawasan Indonesia Timur |
|
|---|
| Sherly Laos: Mari Berinvestor di Maluku Utara |
|
|---|
| Gubernur Sherly Laos Ajak Saudagar Bugis Makassar Investasi di Maluku Utara, Prioritas Sektor Pangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/RTLH-2026-di-Kota-Ternate-Maluku-Utara.jpg)