Pemkot Tidore
Rakor Nasional Inflasi, Pemkot Tidore Perkuat Pengawasan Harga
TPID Kota Tidore Kepulauan terus intens mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang dirangkaian dengan sosialisasi
Ringkasan Berita:
- TPID Kota Tidore Kepulauan mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal.
- Rakor tersebut digelar secara virtual melalui Zoom Meeting dan diikuti dari Ruang Rapat Sekda, Senin (23/2/2026).
- Rapat koordinasi ini dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Tomsi Tohir.
TRIBUNTERNATE.COM, TIDORE - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tidore Kepulauan terus aktif mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal serta Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program 3 Juta Rumah.
Rakor tersebut digelar secara virtual melalui Zoom Meeting dan diikuti dari Ruang Rapat Sekda, Senin (23/2/2026).
Rapat koordinasi ini dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Tomsi Tohir, dan diikuti kementerian/lembaga, para kepala daerah se-Indonesia, TPID se-Indonesia, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Baca juga: Dari e-KUSUKA hingga Stunting, Pemkot Tidore Siap Tindaklanjuti Laporan Masyarakat
Dalam arahannya, Tomsi Tohir menyoroti sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga di berbagai daerah.
Ia menginstruksikan seluruh TPID dan dinas terkait agar segera melakukan langkah konkret di lapangan untuk mengendalikan inflasi.
“Dinas terkait maupun TPID di masing-masing daerah harus turun ke lapangan untuk mengecek ketersediaan pangan, kemudian membangun komunikasi yang baik agar harga komoditas seperti cabai rawit, cabai merah, dan daging ayam ras dapat mengalami penurunan, karena hampir 214 kabupaten/kota di Indonesia mengalami kenaikan harga,” ujarnya dalam rilis yang diterima TribunTernate.com, Rabu (25/2/2026).
Tomsi juga menegaskan bahwa ketersediaan stok pangan nasional dalam kondisi aman dan mencukupi. Karena itu, menurutnya, tidak ada alasan logis bagi pelaku usaha di rantai distribusi untuk menaikkan harga secara tidak wajar.
Ia turut meminta daerah yang tidak terdampak bencana namun mencatat inflasi tinggi agar segera melakukan evaluasi dan konsolidasi internal.
Sementara itu, Deputi Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik, Ateng Hartono, mengungkapkan bahwa hingga minggu ketiga Februari 2026 tercatat sebanyak 230 kabupaten/kota mengalami peningkatan Indeks Perkembangan Harga (IPH). Angka tersebut menunjukkan tren kenaikan dibandingkan minggu sebelumnya yang berjumlah 199 kabupaten/kota.
Usai mengikuti rakor, Kepala Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam Setda Kota Tidore Kepulauan, Samsul Bahri Ace, menyampaikan bahwa Pemkot Tidore Kepulauan melalui TPID terus berupaya menjaga stabilitas harga, khususnya menjelang Idul Fitri.
Baca juga: Pemkot Tidore Perkuat Budaya Sadar Hukum Lewat Pembinaan Posbankum
Meskipun komoditas cabai rawit dan daging ayam ras mengalami tren kenaikan harga di berbagai daerah, kata Samsul Bahri, Kota Tidore Kepulauan masih dalam kondisi relatif aman.
“Hingga minggu ketiga Februari ini, harga cabai rawit di Tidore masih berada di angka Rp80.000 per kilogram dan bawang merah Rp60.000 per kilogram,” jelasnya.
Pemkot Tidore Kepulauan berkomitmen memantau perkembangan harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga guna mengendalikan inflasi di daerah. (*)
| BPK Apresiasi Kinerja Keuangan Pemkot Tidore, Progres Tindak Lanjut Tembus 77,60 Persen |
|
|---|
| Wali Kota Tidore Tinjau Dampak Gempa M 7,6 di Oba, Puluhan Rumah Rusak |
|
|---|
| Muhammad Sinen Ajak Warga Tidore Jaga Persatuan dan Tidak Terprovokasi Hoaks |
|
|---|
| Go Internasional Lewat Promosi Wisata, Tidore-Ternate Gaet Hotel Borobudur Jakarta |
|
|---|
| BNPB Siap Dukung Penanganan Gempa, Wawali Tidore: Kerusakan Masih Didata |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/kantor-wali-kota-tidore.jpg)