Data BPS
Luas Panen Menyusut, Produksi Padi Maluku Utara per 2025 Hanya 22.642 Ton GKG
Berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA), produksi padi pada 2025 tercatat sebesar 22.642 ton gabah kering giling (GKG)
Penulis: Sitti Muthmainnah | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
- Berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA), produksi padi pada 2025 tercatat sebesar 22.642 ton gabah kering giling (GKG).
- Angka tersebut turun 8.591 ton atau 27,51 persen dibandingkan produksi 2024 yang mencapai 31.233 ton GKG
- Jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi penduduk, total produksi beras pada 2025 diperkirakan mencapai 12.670 ton.
TRIBUNTERNATE.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi padi di Provinsi Maluku Utara sepanjang Januari hingga Desember 2025 mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA), produksi padi pada 2025 tercatat sebesar 22.642 ton gabah kering giling (GKG).
Angka tersebut turun 8.591 ton atau 27,51 persen dibandingkan produksi 2024 yang mencapai 31.233 ton GKG.
Baca juga: Gubernur Maluku Utara Sherly Laos Pastikan Jembatan Ake Bibinoi Dibangun 2026
Jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi penduduk, total produksi beras pada 2025 diperkirakan mencapai 12.670 ton.
Dari sisi luas panen, realisasi sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 6.655 hektare. Angka ini juga mengalami penurunan sebesar 2.712 hektare atau 28,95 persen dibandingkan 2024 yang seluas 9.367 hektare.
Secara bulanan, produksi padi tertinggi pada 2025 terjadi pada Januari dengan capaian 4.580 ton GKG. Sementara produksi terendah tercatat pada Juli, yakni sekitar 810 ton GKG.
BPS juga mencatat adanya pergeseran puncak panen. Pada 2025, puncak panen terjadi pada Januari dengan luas 1.385 hektare. Padahal pada 2024, puncak panen terjadi pada Februari dengan luas mencapai 1.801 hektare.
Memasuki awal 2026, potensi produksi padi periode Januari–Maret diperkirakan sebesar 7.362 ton GKG. Angka ini diproyeksikan turun sekitar 2.479 ton atau 25,19 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 9.842 ton GKG.
Sementara itu, potensi luas panen padi Januari–Maret 2026 diperkirakan sebesar 2.038 hektare, atau menurun 764 hektare (27,26 persen) dibandingkan periode Januari–Maret 2025 yang mencapai 2.802 hektare.
Dari sisi wilayah, tiga kabupaten/kota dengan total produksi padi tertinggi pada 2025 yakni Kabupaten Halmahera Timur, Kabupaten Halmahera Utara, dan Kabupaten Pulau Morotai.
Baca juga: Mati Mesin di Perairan Halmahera Selatan, KM Jolor 01 Dievakuasi SAR Ternate
Sebaliknya, tiga daerah dengan produksi terendah adalah Tidore Kepulauan, Kabupaten Kepulauan Sula, dan Kabupaten Halmahera Selatan.
Penurunan produksi yang cukup besar pada 2025 terjadi di sejumlah wilayah sentra, seperti Halmahera Timur dan Halmahera Utara. Meski demikian, beberapa daerah justru mengalami peningkatan produksi, di antaranya Pulau Morotai, Halmahera Selatan, Tidore Kepulauan, dan Kabupaten Halmahera Tengah.
Data ini merupakan publikasi resmi Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku Utara yang disampaikan langsung oleh Kepala BPS Maluku Utara, Simon Sapary, melalui kanal YouTube resmi BPS pada Senin (2/3/2026). (*)
| Tingkat Hunian Hotel di Malut Februari 2026 Turun, Lama Menginap Ikut Menyusut |
|
|---|
| Inflasi Maluku Utara Maret 2026 Capai 2,56 Persen, Harga Ikan hingga Tarif Listrik Jadi Pemicu |
|
|---|
| Harga Melonjak, Inflasi Tahunan Maluku Utara Tembus 5,85 Persen per Februari 2026 |
|
|---|
| Dari 668 Ribu Pekerja di Maluku Utara, Paling Banyak Bekerja di Lapangan Usaha Ini |
|
|---|
| BPS: Pengangguran di Maluku Utara per November 2025 Turun 0,11 persen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Panen-padi-di-Pulau-Obi-Halmahera-Selatan-02.jpg)