Pemprov Malut
Indeks Kebhinekaan Sekolah di Maluku Utata Lampaui Rata-rata Nasional
"Ini kabar gembira karena sekolah-sekolah kita mampu menanamkan nilai kebhinekaan dengan baik, "ujar Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Abubakar Abdullah
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
Ringkasan Berita:1. Capaian indeks kebhinekaan sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB yang berhasil melampaui rata-rata nasional diapresiasi2. Yang mengapresiasi adalah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara Abubakar Abdullah3. Hasil tersebut menjadi indikator penting bahwa kualitas pendidikan tidak hanya dinilai dari aspek akademik, tetapi juga dari keberhasilan membangun karakter peserta didik
TRIBUNTERNATE.COM, SOFIF - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara Abubakar Abdullah mengapresiasi capaian indeks kebhinekaan sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB yang berhasil melampaui rata-rata nasional. Capaian ini merujuk pada hasil Asesmen Nasional 2026.
Menurut Abubakar, hasil tersebut menjadi indikator penting bahwa kualitas pendidikan tidak hanya dinilai dari aspek akademik, tetapi juga dari keberhasilan membangun karakter peserta didik.
“Ini tentu menjadi kabar menggembirakan. Sekolah-sekolah kita mampu menanamkan nilai kebhinekaan dengan baik, dan itu adalah bagian penting dari pendidikan,” ujarnya saat dikonfirmasi di Ternate, Rabu (2/4/2026).
Sehari sebelumnya, Abubakar bersama Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Sofyan, melakukan monitoring awal pembelajaran di SMA Negeri 4 Ternate.
Baca juga: Ramalan Shio Monyet April 2026: Karier Naik, Cinta Diuji
Dalam kunjungan tersebut, ia menerima laporan Rapor Pendidikan sekolah yang menunjukkan sejumlah indikator berada pada kategori “hijau”.
Beberapa indikator tersebut meliputi literasi, numerasi, kualitas pembelajaran, iklim inklusivitas, hingga indeks kebhinekaan.
Capaian ini dinilai mencerminkan performa positif dalam pengelolaan pendidikan di tingkat satuan sekolah.
Meski demikian, Abubakar mengingatkan bahwa masih ada sejumlah aspek yang perlu mendapat perhatian, seperti perbaikan fasilitas penerangan ruang belajar, kebersihan toilet, serta pengelolaan sampah di lingkungan sekolah.
Ia menegaskan bahwa seluruh SMA, SMK, dan SLB di Maluku Utara kini telah berada pada kategori hijau untuk indeks kebhinekaan.
Prestasi ini, menurutnya, harus dijaga secara konsisten dan ditingkatkan dari waktu ke waktu.
“Kami berharap capaian ini benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan, sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan,” katanya.
Baca juga: Ramalan Shio Monyet, Ayam, Anjing, Babi Besok Sabtu 4 April 2026: Karier, Cinta, Nomor Hoki
Lebih jauh, Abubakar menekankan pentingnya peran guru dan siswa sebagai agen perubahan dalam membangun toleransi dan hubungan sosial yang inklusif, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.
“Nilai kebhinekaan tidak berhenti di sekolah. Guru dan siswa harus menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari, karena waktu belajar di sekolah terbatas,” tegasnya.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, lanjutnya, akan terus melakukan monitoring dan pengawasan agar pembentukan karakter berbasis kebhinekaan menjadi bagian integral dari sistem pendidikan, sekaligus memperkuat harmoni sosial di masyarakat.(*)
| Pemprov Maluku Utara Mulai Perampingan OPD, Fokus Efisiensi dan Reformasi Birokrasi |
|
|---|
| Dibayangi Aturan 30 Persen, Nasib 4.146 PPPK Maluku Utara Terancam |
|
|---|
| Tiket Mahal Jadi Penghambat, Gubernur Maluku Utara Dorong Terobosan Akses Wisata Indonesia Timur |
|
|---|
| Komisi XII DPR RI Soroti Tambang Malut, Lingkungan dan CSR Jadi Fokus |
|
|---|
| Rp 2,9 Triliun Diusulkan untuk Percepat Pembangunan Sofifi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Kepala-Dikbud-Maluku-Utara-Abubakar-Abdullah-pjj.jpg)