Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Satu Minggu Menjabat, Presiden AS Joe Biden Sudah Peringatkan China Soal Ekspansionisme

Presiden Amerika Serikat ke-46 Joe Biden sudah memberikan peringatan kepada China soal ekspansionisme-nya di Asia Tenggara dan Asia Timur.

Jim WATSON / AFP
Presiden AS Joe Biden duduk di Oval Office saat dia menandatangani serangkaian perintah di Gedung Putih di Washington, DC, setelah dilantik di US Capitol pada Rabu, 20 Januari 2021. 

TRIBUNTERNATE.COM - Baru satu minggu menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) ke-46, Joe Biden sudah memberikan peringatan kepada China soal ekspansionisme-nya di Asia Tenggara dan Asia Timur.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ekspansionisme sendiri bermakna politik atau tindakan melakukan ekspansi, terutama ekspansi wilayah, oleh suatu bangsa atau negara tertentu.

Dikutip TribunTernate.com dari Channel News Asia, dalam beberapa seruan maupun pernyataan, Joe Biden dan pejabat keamanan utama telah menggarisbawahi dukungan untuk sekutu AS.

Yakni, Jepang, Korea Selatan dan Taiwan.

Hal ini memperkuat penolakan Washington atas klaim teritorial China yang disengketakan di daerah-daerah itu.

Pada Rabu (27/1/2021), Joe Biden mengatakan kepada Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga bahwa pemerintahannya berkomitmen untuk memberi dukungan kepada Jepang.

Termasuk pada wilayah Kepulauan Senkaku.

Kepulauan ini diklaim baik oleh Jepang maupun China, yang menyebutnya dengan nama Kepulauan Diaoyu.

Sikap dan komitmen itu digaungkan oleh Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin.

Presiden Joe Biden berpidato dalam pelantikannya di Gedung Capitol, Washington DC, Rabu (20/1/2021).(AP PHOTO/PATRICK SEMANSKY)
Presiden Joe Biden berpidato dalam pelantikannya di Gedung Capitol, Washington DC, Rabu (20/1/2021).(AP PHOTO/PATRICK SEMANSKY) (Kompas.com/Danur Lambang Pristiandaru)

Baca juga: Donald Trump Membuat Kantor Mantan Presiden Padahal Joe Biden Sudah Dilantik, Apa Alasannya?

Baca juga: Resmi Dilantik, Joe Biden akan Bawa AS Kembali Bergabung dengan Perjanjian Iklim Paris

Baca juga: Mengenal Istilah Supremasi Kulit Putih, Permasalahan Ras yang Dibahas di Pidato Perdana Joe Biden

Pada Sabtu (23/1/2021), Lloyd Austin mengatakan kepada Menteri Pertahanan Jepang Nobuo Kishi, kepulauan yang diperebutkan itu telah tercantum dalam Perjanjian Keamanan AS-Jepang.

Dalam pernyataan Pentagon, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin menegaskan, Amerika Serikat "tetap menentang setiap upaya sepihak untuk mengubah status quo di Laut China Timur."

Sementara itu, dalam tiga hari pemerintahan Joe Biden, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price memperingatkan China tentang ancaman terhadap Taiwan.

Sebab, China telah berulang kali mengirim lebih dari selusin prajurit militer dan pasukan pengebom melewati zona pertahanan udara pulau itu.

"Kami akan berdiri bersama kawan-kawan dan sekutu untuk memajukan keamanan dan nilai-nilai kemakmuran bersama di kawasan Indo-Pasifik... dan itu termasuk memperdalam hubungan kami dengan Partai Demokrat Taiwan," kata Ned Price dalam sebuah pernyataan.

"Komitmen kami untuk Taiwan sangat kuat," lanjutnya.

Komentar tersebut dan pernyataan lainnya menekankan bahwa pemerintahan Joe Biden yang baru tidak akan menyimpang dari sikap keamanan yang tegas terhadap China yang diwarisi dari Mantan Presiden AS, Donald Trump.

Baca juga: Diduga Selingkuh hingga Dicopot dari Jabatan Ketua Harian DPD I Golkar, Ini Pengakuan James Arthur

Baca juga: Kasus Dugaan Rasisme Ambroncius Nababan: Awal Mula, Klaim Satire, hingga Respon Natalius Pigai

Baca juga: Pandemi Covid-19 Semakin Tak Terkendali, IDI Minta Pemerintah Pusat dan Daerah Lakukan Tes Serentak

"INDO-PASIFIK YANG BEBAS DAN TERBUKA"

Diketahui, Washington sejak lama telah memihak sekutu seperti Korea Selatan, Jepang, Vietnam, Filipina, dan Malaysia dalam menolak klaim teritorial China yang dipersengketakan di Laut China Timur dan Laut China Selatan.

Namun, AS di bawah pemerintahan Donald Trump meningkatkan penolakan ketika Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyatakan, sebagian besar klaim maritim Beijing di Laut China Selatan "sepenuhnya melanggar hukum" pada Juli 2020 lalu.

Dalam kontak luar negeri pertamanya setelah menjabat, Lloyd Austin tidak hanya menyebut Jepang, tetapi juga sejumlah negara sahabat seperti Australia, Korea Selatan, dan India.

Selama tiga tahun terakhir, Washington telah memperluas kerja sama pertahanan dengan India.

Kerja sama ini menilai China sebagai ancaman militer baik di perbatasan utara maupun di laut di bagian selatan India.

Dalam pembicaraan dengan Menteri Pertahanan India Rajnath Singh pada hari Rabu (27/1/2021), Lloyd Austin menilai, kemitraan pertahanan kedua negara "dibangun di atas nilai-nilai dan kepentingan bersama dalam memastikan kawasan Indo-Pasifik tetap bebas dan terbuka," kata juru bicara Pentagon John Kirby.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Indonesia Tembus 1 Juta, Tanggapan Fraksi PKS: Pemerintah harus Transparan

Baca juga: Tanggapi Masuknya WNA di Tengah Pandemi Covid-19, Haji Lulung: Sebenarnya Mainan Siapa, Sih?

Pernyataan serupa yang diarahkan pada China juga bergema melalui seruan Lloyd Austin dengan Menteri Pertahanan Australia Linda Reynolds, Selasa (26/1/2021).

Lloyd Austin "menekankan pentingnya mempertahankan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, yang didasarkan pada hukum dan norma internasional yang ada di kawasan yang bebas dari kejahatan," kata Kirby.

Untuk menggarisbawahi sikap AS yang tidak berubah di Asia, pada Minggu (24/1/2021) atau tepatnya hari keempat pemerintahan Joe Biden, kapal induk AS USS Theodore Roosevelt memulai misi "kebebasan navigasi" di Laut China Selatan.

Kapal ini berlayar di atau dekat perairan yang diklaim China untuk menekankan penolakan Washington atas klaim tersebut.

Selain itu, meski fokus awal Departemen Pertahanan AS adalah untuk memerangi virus corona, Lloyd Austin dilaporkan akan menjadikan Asia sebagai tujuan pertamanya dalam perjalanan internasionalnya.

SUMBER: AFP via Channel News Asia

(TribunTernate.com/Rizki A.)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved