Sempat Alami Kekerasan Seksual Saat Dipenjara Selama 3 Tahun, Aktivis Wanita Arab Saudi Dibebaskan
Aktivis politik wanita Arab Saudi, Loujain al-Hathloul, dibebaskan dari penjara setelah sempat alami kekerasan seksual selama masa tahanan 3 tahun.
TRIBUNTERNATE.COM - Salah satu aktivis politik wanita paling terkemuka Arab Saudi, Loujain al-Hathloul, dibebaskan dari penjara, setelah menjalani hampir tiga tahun di penjara.
Mengutip Daily Mail UK, setelah ditahan selama 1001 hari, ia dibebaskan pada Rabu (10/2/2021) waktu setempat.
Selama menjalani masa kurungannya di tahanan, Loujain dipaksa untuk mencium dan melakukan tindakan seksual terhadap interogator mereka di penjara Arab Saudi.
Hal ini disampaikan oleh pengacara hak asasi manusia, Baroness Helena Kennedy, dalam sebuah laporan.
Ia mengatakan bahwa, para aktivis hak asasi perempuan, termasuk Loujain mengalami kekerasan seksual di tahanan.
Menurut keterangan Kennedy, mereka juga dipaksa untuk menonton pornografi, diancam, dirudapaksa, digantung di langit-langit, dipukuli dan disetrum.
• Mantan Anggota DPRD NTB Bantah telah Lakukan Pelecehan Seksual terhadap Anak Kandungnya
• Arab Saudi Larang Seluruh WN 20 Negara Masuk ke Wilayahnya, tetapi Ada Pengecualian, untuk Siapa?
• Arab Saudi Cabut Larangan Penerbangan Internasional, Asosiasi Jadwalkan Umrah 16 Januari 2021
Al-Hathloul, yang mendukung mengakhiri larangan perempuan untuk mengemudi di Arab Saudi, ditangkap pada 2018.
Ia dijatuhi hukuman hampir 6 tahun penjara pada Desember lalu di bawah undang-undang kontraterorisme.
Ia dibebaskan lebih awal karena hakim menangguhkan 2 tahun dan 10 bulan dari hukuman awalnya.
Pada awalnya, Loujain direncanakan akan dibebaskan sekitar bulan Maret.
Akan tetapi, Louijain dibebaskan lebih awal dari perkiraan.
Pembebasan lebih awal ini terjadi beriringan dengan Arab Saudi menghadapi pengawasan baru dari Amerika Serikat.
Presiden AS, Joe Biden telah berjanji untuk meninjau kembali kemitraan AS-Saudi dan membela hak asasi manusia dan prinsip-prinsip demokrasi.
"Saya mendapat kabar baik bahwa pemerintah Saudi telah membebaskan seorang aktivis hak asasi manusia terkemuka," kata Biden dalam pidatonya di Pentagon dikutip dari Daily Mail UK.
Menurut Biden, keputusan Arab Saudi membebaskan Louijain al-Hathloul adalah sebuah keputusan yang tepat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/louijain-arab-saudi.jpg)