Virus Corona
Varian Virus Corona Tiga Mutasi B.1.618 Memperparah Lonjakan Pandemi di India
Penemuan varian virus corona tiga mutasi B.1.618 memperparah lonjakan pandemi yang kini dihadapi India.
TRIBUNTENATE.COM - India saat ini tengah menghadapi lonjakan kasus Covid-19 yang mengkhawatirkan.
Akibatnya banyak infrastruktur perawatan kesehatan menjadi kewalahan.
Sejak 17 April 2021, lebih dari 250.000 kasus harian telah dilaporkan dan penambahan lebih dari 300.000 kasus harian dilaporkan sejak 21 April 2021.
Para ahli berpendapat bahwa lonjakan tersebut mungkin disebabkan oleh mutan baru, yang disebut varian triple mutation atau 'mutasi rangkap tiga' atau varian tiga mutasi.
Varian ini merupakan varian lain dari mutasi ganda yang pertama kali diidentifikasi di India.
Kasus Covid-19 di India menunjukkan bahwa jenis virus yang dominan dalam kasus dari negara bagian Maharashtra sejak awal tahun ini mengandung dua mutasi (mutasi ganda) yakni L452R dan E484K.
Varian mutasi ganda ini diberi nama B.1.617.
Meskipun mutasi biasa terjadi kepada virus, beberapa mutasi dapat mengakibatkan infektivitas dan kematian yang lebih tinggi.
Varian mutasi rangkap tiga atau tiga mutasi ini di berinama B.1.618.
Baca juga: Visa WNA India Dihentikan, 12 dari 127 Orang yang Tiba Positif Covid-19, Dugaan Ricuh saat Isolasi
Baca juga: Mengapa Kasus Positif Covid-19 Meroket di India? Ini Penyebabnya Kata Pakar
Varian ini dicurigai telah berevolusi dari mutasi ganda dan dapat sangat mudah ditularkan dan cenderung dapat menerobos sistem kekebalan tubuh.
Hal ini karena, ditemukannya penghapusan dua asam amino dalam protein spike dan juga mengandung mutasi E484K dan D618G.
Mutasi rangkap tiga ini telah terdeteksi di negara bagian lain seperti Maharashtra, Delhi, dan Chattisgarh.
“Ada banyak yang tidak diketahui tentang garis keturunan ini pada saat ini, termasuk kemampuannya untuk menyebabkan infeksi ulang serta apakah dapat menerobos pertahanan vaksin. Data eksperimental tambahan juga diperlukan untuk menilai kemanjuran vaksin terhadap varian ini,” ujar Dr Vinod Scaria, seorang ilmuwan di CSIR-Institute of Genomics and Integrative Biology, New Delhi, dikutip dari GeneOnline News, Sabtu (24/4/2021).
Pada 23 April 2021, varian tiga mutasi ini terdeteksi di 8 persen sampel yang diurutkan oleh INSACOG (Indian SARS-CoV-2 Genomic Consortia), dibandingkan dengan 29 persen sampel yang mengandung mutasi ganda.
Baca juga: Hadapi Darurat Oksigen Akut, India Catat 314.835 Kasus Positif Covid-19 dalam 24 Jam Terakhir
Baca juga: Mulai 25 April 2021, Pemerintah RI Resmi Larang WNA Asal India Masuk ke Indonesia
Lebih rumit lagi, persentase strain virus yang diteliti dari orang yang terinfeksi tidak konsisten atau tidak memadai untuk memperkirakan prevalensi mutasi secara akurat.