Breaking News:

Virus Corona

WHO: Virus Corona Varian Delta akan Mendominasi Pandemi Covid-19 dalam Beberapa Bulan ke Depan

WHO mengatakan, varian yang sangat menular dari Covid-19 itu diperkirakan akan menjadi jenis virus yang dominan dalam beberapa bulan mendatang.

Penulis: Rizki A. Tiara | Editor: Ronna Qurrata Ayun
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
ILUSTRASI - Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, Kamis (26/3/2020). WHO mengatakan, varian yang sangat menular dari Covid-19 itu diperkirakan akan menjadi jenis virus yang dominan dalam beberapa bulan mendatang. 

TRIBUNTERNATE.COM - Virus corona Varian Delta saat ini tengah menjadi sorotan, seiring pandemi Covid-19 masih terus merebak di ratusan negara di dunia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, varian yang sangat menular dari Covid-19 itu diperkirakan akan menjadi jenis virus yang dominan dalam beberapa bulan mendatang, Rabu (21/7/2021).

Dikutip TribunTernate.com dari laman Channel News Asia, varian Delta sudah tercatat di 124 wilayah - 13 wilayah lebih banyak dibandingkan pekan lalu. 

Varian yang pertama kali terdeteksi di India itu juga sudah menyumbang lebih dari tiga perempat spesimen yang disekuensikan di banyak negara besar, kata WHO.

"Diperkirakan [varian Delta] itu akan dengan cepat bersaing dengan varian lain dan menjadi varian  dominan yang beredar selama beberapa bulan mendatang," kata badan kesehatan di bawah naungan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) itu dalam pembaruan epidemiologi mingguannya.

Seorang petugas kesehatan yang mengenakan peralatan Pelindung Pribadi (APD) berdiri bersama pasien saat dipindahkan ke unit perawatan intensif (ICU), di dalam ambulans di pusat pemulihan untuk merawat pasien virus corona Covid-19, di Mumbai pada 22 April 2021.
Seorang petugas kesehatan yang mengenakan peralatan Pelindung Pribadi (APD) berdiri bersama pasien saat dipindahkan ke unit perawatan intensif (ICU), di dalam ambulans di pusat pemulihan untuk merawat pasien virus corona Covid-19, di Mumbai pada 22 April 2021. (Punit PARANJPE/AFP)

Sementara itu, tiga varian virus corona yang juga masuk kategori mengkhawatirkan (Variant of Concern/VoC) mengalami pertambahan wilayah tempat terdeteksinya lebih sedikit ketimbang varian Delta.

Pertama, varian Alpha, yang pertama kali terdeteksi di Inggris, telah dilaporkan di 180 wilayah (naik enam wilayah dari minggu lalu).

Kedua, varian Beta, pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan, telah dilaporkan di 130 wilayah (naik tujuh wilayah), dan varian Gamma, pertama kali terdeteksi di Brasil, di 78 (naik tiga wilayah).

Menurut sekuens SARS-CoV-2 yang diajukan ke inisiatif sains global GISAID selama empat minggu hingga 20 Juli 2021, prevalensi Delta melebihi 75 persen di beberapa negara di dunia.

Di antaranya, Australia, Bangladesh, Botswana, Inggris, Cina, Denmark, India, Indonesia, Israel, Portugal, Rusia, Singapura, dan Afrika Selatan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved