Breaking News:

Di KPK Darurat, Febri Diansyah Ungkap 5 Alasan Jokowi Harus Angkat 56 Pegawai KPK Nonaktif Jadi ASN

Febri Diansyah memaparkan lima alasan mengapa Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus mengangkat 56 pegawai KPK yang diberhentikan melalui TWK.

Penulis: Rizki A. Tiara | Editor: Ronna Qurrata Ayun
Tribunnews/Irwan Rismawan
Febri Diansyah, saat masih menjabat sebagai Kepala Biro Humas KPK, berpose usai wawancara khusus dengan Tribunnews.com di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (27/12/2019). Saat hadir di KPK Darurat Jumat (24/9/2021), Febri Diansyah menyampaikan orasi yang berisikan beberapa hal, salah satunya adalah alasan mengapa Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus mengangkat 56 pegawai KPK yang diberhentikan melalui TWK. 

TRIBUNTERNATE.COM - Sengkarut yang terjadi di tubuh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) sebagai syarat alih status menjadi aparatur sipil negara (ASN) yang berujung pada pemberhentian dengan hormat terhadap 57 pegawai menuai kekecewaan dari masyarakat.

Buntut dari kekecewaan ini, solidaritas masyarakat sipil mendirikan Kantor Pemberantasan Korupsi Darurat (KPK Darurat) di depan Gedung ACLC KPK atau gedung lama lembaga antirasuah itu.

Diketahui, sejumlah elemen masyarakat sipil terlibat dalam KPK Darurat tersebut.

Di antaranya, BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) dan Koalisi Bersihkan Indonesia.

Kemudian, ICW, Amnesty International Indonesia, YLBHI, LBH Jakarta, SERBUK, KASBI, KPBI, LBH PP Muhammadiyah, dan Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi.

Tak hanya mengenai polemik TWK, KPK Darurat didirikan juga sebagai bentuk kekecewaan terhadap kinerja KPK dan pemberantasan korupsi di Indonesia saat ini.

Baca juga: 56 Pegawai KPK Diberhentikan, Febri Diansyah: Kesewenangan Terjadi tanpa Malu-malu

Baca juga: Harta Kekayaan Pejabat Naik selama Pandemi Covid-19, Febri Diansyah: Ada 2 Hal yang Perlu Diperjelas

Baca juga: Wakil Ketua KPK Langgar Kode Etik, Febri Diansyah: Dewas Sebenarnya Punya Pilihan Sanksi Berat Lain

Mantan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah dilantik menjadi Juru Bicara Kantor Darurat Pemberantasan Korupsi pada Jumat (24/9/2021).

Saat hadir di KPK Darurat Jumat kemarin, Febri Diansyah menyampaikan orasi yang berisikan beberapa hal, salah satunya adalah alasan mengapa Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus mengangkat 56 pegawai KPK yang diberhentikan melalui TWK.

Hal ini diuraikan Febri Diansyah melalui sebuah utas cuitan di akun Twitter-nya, @febridiansyah, Sabtu (25/9/2021).

Dalam utas cuitannya, Febri Diansyah memaparkan lima alasan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved