Susul Sinovac, Vaksin Covid-19 Sinopharm Kini juga Diakui di Australia
Australia mengumumkan bahwa negaranya mengakui vaksin Sinopharm buatan China bagi warga negara asing yang memasuki wilayahnya.
TRIBUNTERNATE.COM - Australia mengumumkan bahwa negaranya mengakui vaksin Sinopharm buatan China bagi warga negara asing yang memasuki wilayahnya.
Australia’s Therapeutic Goods Administration (TGA) mengatakan pihaknya telah memperoleh informasi tambahan yang menunjukkan bahwa vaksin Sinopharm memberikan perlindungan dan berpotensi mengurangi kemungkinan menularkan infeksi Covid-19 kepada orang lain saat berada di Australia.
Pengakuan vaksin buatan China oleh Australia ini datang ketika hubungan bilateral kedua negara berada di titik terendah, yang disebabkan oleh permintaan Canberra untuk menyelidiki asal usul virus corona.
Selain itu, negara yang dikenal dengan negeri kangguru ini juga mengakui Covaxin yang diproduksi oleh Bharat Biotech dari India.
Selain Sinopharm, Australia telah mengakui vaksin buatan China lainnya yaitu Sinovac.
Dengan adanya pengakuan vaksin buatan China ini membuat banyak warga China dan India, serta negara-negara lain di wilayah di mana vaksin ini telah digunakan secara luas, akan dianggap divaksinasi penuh saat masuk ke Australia.
“Ini akan berdampak signifikan bagi kembalinya pelajar internasional, dan bagi pekerja terampil dan pekerja lainnya untuk masuk ke Australia,” kata TGA dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Anadolu Agency.
Hingga kini, Australia telah melaporkan 172.030 kasus Covid-19, termasuk 1.743 kematian, sejak munculnya pandemi pada Desember 2019.
Sementara itu, secara global, kematian yang disebabkan oleh Covid-19 telah melonjak melewati 5 juta dalam waktu kurang dari dua tahun.
Baca juga: Izin Vaksin Sinovac untuk Anak-anak Usia 6-11 Tahun Diterbitkan BPOM, Ini Penjelasan IDAI
Baca juga: Mengenal Vaksin Covid-19 Sinopharm dan Sinovac: Punya Efek Samping Serupa, Sama-sama Produksi China
Australia akui vaksin Sinovac
Australia akhirnya mengakui vaksin Covid-19 Sinovac buatan Biotech China.
Bersamaan dengan hal itu, Australia juga mengakui vaksin AstraZeneca yang dibuat di India.
Australia membuka jalan bagi wisatawan luar negeri dan pelajar asing yang telah menerima kedua vaksin tersebut untuk memasuki negaranya.
Pada Jumat (1/9/2021) Perdana Menteri Australia Scott Morrison menyampaikan, regulator obat-obatan terkemuka negara itu, Therapeutic Goods Administration, mengatakan bagi wisatawan dan pelajar asing yang akan memasuki negaranya harus menggunakan vaksin yang diakui.
Australia mulai melonggarkan beberapa pembatasan perbatasan karena vaksinasi di seluruh negeri mendekati ambang batas utama 80 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/sinopharm.jpg)