Susul Sinovac, Vaksin Covid-19 Sinopharm Kini juga Diakui di Australia
Australia mengumumkan bahwa negaranya mengakui vaksin Sinopharm buatan China bagi warga negara asing yang memasuki wilayahnya.
Sementara itu, kontras dengan Australia, Inggris dan Selandia baru belum mengakui vaksin Sinovac yang dibuat di Beijing itu meskipun telah disetujui oleh Organisasi Kesehatan Dunia untuk penggunaan darurat.
Sejumlah negara Eropa mengatakan mereka akan menerima vaksin orang-orang yang divaksin dengan Sinovac untuk masuk ke wilayahnya.
Baca juga: Australia Izinkan Wisatawan dan Pelajar Asing yang Divaksin Sinovac untuk Memasuki Negaranya
Baca juga: Singapura Masukkan Sinovac ke Program Vaksinasi Nasional, 3 Dosis Suntikan Dianggap Divaksin Penuh
Amerika Serikat menunjukkan hal yang sama ketika mengumumkan rencana untuk membuka perbatasan bagi sebagian besar orang asing.
Pengumuman ini berpotensi membuka pintu bagi ribuan siswa asing tidak dapat memasuki Australia selama pandemi.
Pendidikan internasional merupakan sumber pendapatan yang tinggi bagi Australia, senilai 14,6 miliar dolar Australia (setara senilai Rp204 triliun atau 14,3 miliar dolar AS) untuk negara bagian New South Wales saja pada tahun 2019.
"Segera, kami akan dapat membuka perbatasan internasional itu lagi," kata Morrison kepada wartawan seperti dikutip dari The Strait Times.
"Ini akan mulai diterapkan bulan depan."
Vaksin yang dibuat oleh Sinovac dan Sinopharm termasuk yang paling banyak digunakan di China, dan memiliki tingkat kemanjuran mulai dari sekitar 50 persen hingga 80 persen dalam mencegah gejala Covid-19, lebih rendah daripada vaksin utusan asam ribonukleat yang dikembangkan dari AS.
Sinovac juga merupakan salah satu vaksin Covid-19 yang paling banyak digunakan secara global, digunakan dari Indonesia hingga Brasil dan Turki.
Chile mengatakan awal pekan ini akan mulai memberikannya kepada anak-anak berusia enam hingga 11 tahun.
Covishield, nama vaksin AstraZeneca yang dibuat oleh Serum Institute India, juga diakui oleh Australia.
Menurut pemerintah New South Wales, Australia, lebih dari 57.000 siswa diperkirakan berasal dari luar negeri.
Sedangkan menurut Departemen Perdagangan Australia warga negara China adalah sumber pelajar internasional terbesar di Australia, diikuti oleh India, Nepal, dan Vietnam.
(TribunTernate.com/Qonitah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/sinopharm.jpg)