Sabtu, 2 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Kaget saat Lihat Urutan Genom, Ini Kronologi Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Varian Omicron

Kepala Sains di laboratorium tes Covid-19 swasta terbesar di Afsel, Raquel Viana, menceritakan kronologi saat dirinya menemukan varian Omicron.

Tayang:
Freepik
ILUSTRASI Covid-19 

TRIBUNTERNATE.COM - Temuan varian baru Covid-19, Omicron di Afrika Selatan kini telah menyebabkan kekhawatiran global.

Kepala Sains di salah satu laboratorium tes Covid-19 swasta terbesar di Afrika Selatan, Raquel Viana, menceritakan kronologi saat dirinya menemukan varian Omicron.

Viana mengaku menemukan varian tersebut saat sedang mengurutkan genom di delapan sampel virus corona pada Jumat (19/11/2021) lalu.

Sampel yang diuji di laboratorium, lanjut Viana, semuanya mengandung sejumlah besar mutasi.

Terutama pada protein lonjakan atau spike yang digunakan virus untuk memasuki sel manusia.

"Saya cukup terkejut dengan apa yang saya lihat. Saya mempertanyakan apakah ada yang salah dalam prosesnya," kata Viana kepada Reuters.

Baca juga: Cegah Omicron, Masa Karantina dari Luar Negeri Diperpanjang Jadi 7 dan 14 Hari, Ini Ketentuannya

Baca juga: Omicron Berpotensi Timbulkan Lonjakan Kasus Covid-19, WHO Peringatkan Seluruh Negara agar Waspada

Setelah melihat urutan genom itu, pikiran Viana langsung tertuju bahwa sampel tersebut memiliki konsekuensi besar.

Oleh sebab itu, Viana bergegas menghubungi rekannya di Institut Nasional untuk Penyakit Menular (NICD) Johannesburg, pengurut gen, Daniel Amoako melalui telepon.

Protein lonjakan Omicron dengan mutasi baru terlihat dalam warna merah, biru, emas dan hitam.
Protein lonjakan Omicron dengan mutasi baru terlihat dalam warna merah, biru, emas dan hitam. (Pusat Penelitian Virus di Universitas Glasgow)

"Saya tidak cukup tahu bagaimana menyampaikannya kepada mereka. Bagi saya, itu terlihat seperti garis keturunan baru," kenangnya.

Kini, temuan varian Omicron di Afrika Selatan telah menyebabkan kekhawatiran global.

Imbasnya, negara-negara membatasi perjalanan dari Afrika Selatan dan memberlakukan pembatasan lain karena khawatir virus tersebut dapat menyebar dengan cepat bahkan pada populasi yang divaksinasi.

Setelah itu, Amoako dan tim di NICD bekerja keras hingga menghabiskan akhir pekan pada 20-21 November untuk menguji delapan sampel yang dikirim Viana.

Menurut mereka, semuanya memiliki mutasi yang sama.

Baca juga: WHO: Covid-19 Varian Omicron Timbulkan Risiko Global yang Sangat Tinggi, Negara-Negara Harus Bersiap

Baca juga: Antisipasi Penyebaran Omicron, Pemerintah Tutup Pintu Masuk ke Indonesia untuk 11 Negara Ini

Varian yang Baru Pertama Ditemukan

Amoako, Josie Everatt dan rekan lainnya di NICD merasa aneh dengan varian tersebut.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved