Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Kecelakaan China Eastern Airlines

Boeing 737 China Eastern Airlines yang Jatuh Disebut Sebagai Pesawat Teraman yang Pernah Dibuat

Pesawat yang baru berusia 6 tahun itu adalah bagian dari pesawat era NG atau Next Generation, pendahulu 737 Max yang dilarang terbang secara global.

HECTOR RETAMAL / AFP
Foto diambil pada 29 Mei 2020 saat pesawat China Eastern Airlines Boeing 737-800 diparkir di Bandara Tianhe di Wuhan, provinsi Hubei tengah China. 

Menurut Airsafe.com, yang melacak keselamatan penerbangan, model NG hanya mengalami 0,07 kecelakaan fatal per juta penerbangan pada 2019.

Data tersebut menempatkan model NG di antara kelompok langka yang mencakup Boeing 747-400 dan pesaing utama 737, keluarga Airbus SE A320.

Baca juga: BREAKING NEWS: Pesawat Boeing 737 China Eastern Airlines Jatuh di Guangxi, Usia Pesawat Baru 6 Tahun

Baca juga: Susi Air Somasi Bupati Malinau Pasca-kasus Pengusiran Pesawat, Minta Ganti Rugi Rp8.9 Miliar

Kecelakaan fatal terbaru dari 737-800 sebelum Senin (21/3/2022) terjadi pada Agustus 2020, ketika sebuah penerbangan Air India Express tergelincir dari landasan pacu di Kozhikode, India yang menewaskan 21 orang.

Hasil investigasi kecelakaan pesawat tersebut pun menunjukkan adanya human error, yakni kesalahan pilot.

Sementara itu, penerus Boeing 737-800 NG yakni Boeing 737 Max mulai dilarang terbang pada Maret 2019, setelah terjadi dua kecelakaan fatal yang menewaskan 346 orang.

China sendiri adalah negara pertama yang mengistirahatkan pesawat, dan meskipun sudah disertifikasi ulang di sana pada Desember setelah penyesuaian, pesawat tersebut belum digunakan untuk penerbangan komersial.

Boeing mengirim 737 Max ke pusat penyelesaian dan pengiriman baru di Zhoushan, China pada awal bulan Maret 2022.

"NG adalah pesawat yang sama sekali berbeda dari 737 Max, yang baru saja melalui proses sertifikasi ulang yang ketat," kata Analis Industri Kedirgantaraan, John Strickland.

"Saya tidak berharap kecelakaan hari ini berpengaruh pada kembalinya Max ke layanan di China."

"Kami mengetahui laporan media awal dan sedang berupaya untuk mengumpulkan lebih banyak informasi," kata Boeing dalam sebuah pernyataan melalui email.

(TribunTernate.com/Ron)(The Straits Times)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved