Virus Corona

Kasus Covid-19 Naik Lagi, WHO Salahkan Negara-Negara Eropa yang Terlalu Cepat Cabut Pembatasan

Kini negara-negara Eropa mengalami peningkatan tajam kasus infeksi Covid-19 yang kemungkinan disebabkan oleh subvarian BA.2 baru yang lebih menular.

Penulis: Ronna Qurrata Ayun | Editor: Rizki A
Christof STACHE/AFP
ILUSTRASI Kasus Covid-19 di negara-negara Eropa - Dalam foto: Tenaga medis bekerja di unit perawatan intensif dengan pasien Covid-19 di sebuah rumah sakit di Freising dekat Munich, Jerman Selatan. 

TRIBUNTERNATE.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa beberapa negara Eropa telah mencabut aturan pembatasan Covid-19 mereka terlalu cepat.

Sebagai hasilnya, kini negara-negara tersebut mengalami peningkatan tajam pada kasus infeksi Covid-19 yang kemungkinan disebabkan oleh subvarian BA.2 baru yang lebih menular.

Direktur WHO wilayah Eropa, Hans Kluge mengatakan, negara-negara termasuk Jerman, Prancis, Italia, dan Inggris telah mencabut pembatasan Covid-19 mereka "secara brutal, dari terlalu banyak menjadi terlalu sedikit".

Oleh karena itu, lanjut Kluge, infeksi Covid-19 pun meningkat di 18 dari 53 negara di benua Eropa.

Pada Selasa (22/3/2022), kepada awak media di Moldova Kluge mengatakan bahwa lebih dari 5,1 juta kasus baru dan 12.496 kematian telah dilaporkan di wilayah tersebut selama tujuh hari terakhir.

Diduga kuat peningkatan kasus Covid-19 itu terjadi karena subvarian Omicron, yakni varian BA.2 yang menurut para ahli lebih menular sekitar 30 persen dibandingkan varian induknya.

"Negara-negara di mana kami melihat peningkatan tertentu adalah Inggris, Irlandia, Yunani, Siprus, Prancis, Italia, dan Jerman," kata Kluge dikutip dari The Guardian, Rabu (23/3/2022).

Baca juga: Siap-Siap, Vaksin Booster Covid-19 Bakal Jadi Syarat Mudik Lebaran Tahun 2022

Baca juga: Vaksin Sinovac Hanya Mampu Cegah Penularan Covid pada Balita sebesar 38 Persen

Meski begitu, Kluge mengatakan bahwa dia "optimis tetapi waspada" tentang kemajuan pandemi di Eropa.

Di sisi lain, pakar kesehatan mengatakan bahwa lonjakan itu mungkin disebabkan oleh berbagai faktor.

Faktor-faktor tersebut di antaranya adalah berkurangnya kekebalan yang ditawarkan oleh vaksin dari waktu ke waktu, tingkat penularan Omicron dan subvarian BA.2 yang relatif tinggi, dan pelonggaran pembatasan seperti pemakaian masker dan izin akses vaksin ke banyak tempat umum dalam ruangan.

Data WHO menunjukkan, jumlah kasus baru Covid-19 di Eropa turun tajam dari puncaknya pada akhir Januari, namun kembali meningkat sejak awal Maret.

Di beberapa negara, jumlah infeksi mencapai rekor baru, bahkan saat sebagian besar pembatasan telah dicabut.

ILUSTRASI Covid-19 di Eropa - Dalam foto: Seorang wanita berbelanja di pasar Naschmarkt yang akan segera ditutup di Wina, Austria di Wina, Austria pada 19 November 2021.
ILUSTRASI Covid-19 di Eropa - Dalam foto: Seorang wanita berbelanja di pasar Naschmarkt yang akan segera ditutup di Wina, Austria di Wina, Austria pada 19 November 2021. (JOE KLAMAR/AFP)

Di Jerman, sebagian besar kontrol pandemi telah dicabut pada "Hari Kebebasan", meskipun rata-rata kasus harian per juta dalam tujuh hari mencapai 2.619, tertinggi sejak pandemi menyerang sejak lebih dari dua tahun lalu.

"Situasinya jauh lebih buruk daripada suasana hati," kata Menteri Kesehatan Jerman, Karl Lauterbach.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved