Kisah Seorang Ibu di Halmahera Utara yang Lima Tahun Bekerja Sebagai Pembuat Paving Block Press
Menguras tenaga? Tentu ia. Berbahaya? Sudah pasti. Bayangkan, cetakan paving block press dan alat paka-paka (pemukul alat pemadat paving).
TRIBUNTERNATE.COM - Di zaman sekarang ini, menjadi buruh kasar tak hanya dilakoni kaum adam, tetapi juga kaum hawa.
Di Halmahera Utara, Maluku Utara. Terdapat seorang wanita yang berprofesi sebagai buruh kasar.
Dia adalah Elsa, yang berprofesi sebagai pembuat paving block press di Desa WKO, Kecamatan Tobelo Tengah.
Diketahui, wanita 31 tahun itu berasal dari Pulau Morotai.
Ia memiliki empat orang anak, yaitu Celsi 13 tahun, Keti 7 tahun, Amoro 5 tahun, dan Felisa 2 tahun.
Setiap hari, ia mengaduk material semen dan pasir hingga tercampur sempurna.
Menguras tenaga? Tentu iya. Berbahaya? Sudah pasti.
Bayangkan, cetakan paving block press dan alat paka-paka (pemukul alat pemadat paving).
Baca juga: Tak Hanya di Tobelo, Jagung Bonangsa Juga Diserbu Pembeli dari Luar Halmahera Utara
Baca juga: Jelang Perayaan Hari Paskah, Pendeta Gereja Elim: Bangun Kebersamaan di Halmahera Utara
Terbuat dari besi ukuran 20x20, dengan berat kurang lebih lima kilogram.
Namun semua itu dapat ia kerjakan dengan terampil.
"Bagi perempuan lain diusia sama seperti saya, mungkin tidak mau bekerja seperti ini, "katanya sembari tersenyum manis.
Bekerja sebagai buruh kasar, pembuat paving block press sudah ia lakoni sejak 2019.
Di tenda kecil ukuran 2x2, tempat ia bekerja ditemani anak bungsunya baru berusia dua tahun.
Sebagai seorang ibu, perhatian terhadap buah hati selalu ia tunjukkan.
Disaat bekerja, ia tampak sesekali menggoyangkan ayunan, tempat anaknya tidur.