Pertalite Masih Rp7.650 per Liter, Erick Thohir Tegaskan Pemerintah Belum Ada Rencana Naikkan Harga
Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan bahwa hingga kini pemerintah belum ada rencana untuk menaikkan harga Pertalite.
TRIBUNTERNATE.COM - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menegaskan bahwa hingga kini pemerintah belum ada rencana untuk menaikkan harga Pertalite.
Sebelumnya, wacana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite sempat disinggung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif.
Dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR pada April lalu, Menteri ESDM menyebut bahwa BBM jenis Pertalite kemungkinan mengalami kenaikan karena harga minyak dunia melambung.
Namun, hingga 18 Mei 2022, wacana tersebut belum terealisasi dan harga Pertalite masih bertahan di angka Rp7.650 per liternya.
Menteri Erick pun mengatakan bahwa hingga hari ini pemerintah belum ada rencana menaikkan harga BBM Pertalite.
"Pemerintah hingga hari ini belum ada rencana melakukan (kenaikan), belum ada kenaikan," ujar Erick dikutip dari Kompas.com, Rabu (18/5/2022).
Lebih lanjut, Erick Thohir menjelaskan bahwa dengan kondisi pangan dan energi yang sedang naik turun seperti saat ini, pemerintah tidak mungkin hanya diam.
Menurutnya, pemerintah selalu hadir untuk masyarakat dengan berbagai mekanisme, salah satunya subsidi energi.
Pemerintah telah menetapkan Pertalite menjadi jenis BBM khusus penugasan (JBKP), yang artinya produksi dan penyaluran menjadi diawasi, serta dapat disubsidi melalui pemberian kompensasi ke Pertamina.
Baca juga: Mulai Sabtu 14 Mei 2022, Pemkot Akan Hentikan Penjualan Pertalite di Kios dan Warung se-Kota Ternate
Baca juga: Analis: Jika Harga Pertalite hingga LPG 3 Kg Naik, Inflasi akan Tinggi dan Warga Miskin Meningkat

Bukan Momen Tepat untuk Kenaikan BBM Solar dan Pertalite
Setelah kenaikan harga minyak goreng dan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax, pemerintah disebut-sebut akan melakukan penyesuaian harga pada BBM jenis Pertalite dan Solar.
Rencana pemerintah yang akan kembali melakukan penyesuaian harga BBM jenis Pertalite dan Solar pun mendapat sorotan dari kalangan masyarakat.
Pengamat BUMN Herry Gunawan menilai, saat ini bukan momen yang tepat di tengah melonjaknya harga kebutuhan pokok menjelang Idulfitri.
“Momennya tidak tepat. Beban masyarakat sedang tinggi-tingginya. Pendapatan masyarakat juga tidak mengalami kenaikan."
"Apalagi ini masyarakat baru selesai melewati masa Covid-19,” kata pria yang akrab disapa Herry Gun dalam keterangannya, 15 April 2022.