Kamis, 28 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Kasus Tewasnya Brigadir J

Tingkat Kepercayaan Publik Menurun Imbas Kasus Ferdy Sambo, Listyo Sigit: Ini Pukulan Buat Kita

Kasus penembakan Brigadir J di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo, berimbas pada citra institusi Polri. 

Tayang:
Kolase Tribunnews.com
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menceritakan soal imbas kasus penembakan Brigadir J yang didalangi Ferdy Sambo. 

TRIBUNTERNATE.COM - Kasus penembakan Brigadir J di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo, berimbas pada citra institusi Polri

Bahkan, tingkat kepercayaan publik pada institusi Polri menurun setelah adanya kasus tersebut. 

Dalam dialog Satu Meja Kompas TV, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menceritakan soal imbas peristiwa itu. 

Listyo Sigit mengatakan, kasus penembakan Brigadir J yang didalangi Ferdy Sambo ini menjadi pukulan bagi institusi Polri.

Peristiwa tersebut, kata Listyo Sigit, terjadi ketika Polri sedang memperbaiki citra institusi.

Apalagi banyak masyarakat Indonesia yang memiliki harapan tinggi terhadap institusi Polri.

"Jadi, memang ini peristiwa yang untuk kami juga terus terang ini pukulan ya, karena memang di saaat kita sedang memperbaiki citra institusi," katanya saat berbincang dengan jurnalis senior Harian Kompas, Budiman Tanuredjo, dikutip Tribunnews.com dari kanal YouTube Kompas TV, Jumat (9/9/2022).

"Memang dari awal pada saat kita masuk kita juga memulai dari mendengarkan aspirasi masyarakat tentang harapan masyarakat tentang Polri," imbuhnya.

Baca juga: Hasil Tes Lie Detector Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Sama-sama Tak Diungkap ke Publik

Baca juga: Update Fakta Kasus Tewasnya Brigadir J: Ferdy Sambo Sempat Bisikkan Kata-kata Ini pada Bharada E

Kapolri menyebut, Polri pernah mendapatkan tingkat kepercayaan publik sebanyak 74 persen.

Namun, setelah kasus Ferdy Sambo mencuat, penilaian publik terhadap Polri menurun.

"Saat itu, berdasarkan hasil survei awal kita (Polri) di angka 74 persen."

"Sehingga, dengan melaksanakan berbagai program transportasi Polri yang presisi, kemudian bagaimana kita mencoba mendengar dan kemudian apa yang menjadi aspirasi masyarakat, juga kita sesuaikan melaksanakan program-program untuk mengawal kebijakan (pemerintah), kemudian hal-hal yang memang harus kita lakukan sesuai harapan masyarakat,"" jelasnya.

Saat itu, kata Listyo Sigit, angka penilaian terhadap Polri sempat naik menjadi 76 persen.

"Artinya itu pekerjaan yang sangat berat. Dan ini dilakukan oleh kita semua dari atas sampai bawah, bareng-bareng itu dilakukan," lanjut Kapolri.

Lantas, Kapolri mengatakan, begitu ada peristiwa Sambo dampaknya luar biasa.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved