Kamis, 28 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Kasus Tewasnya Brigadir J

Hasil Tes Lie Detector Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Sama-sama Tak Diungkap ke Publik

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengungkapkan hasil uji dengan alat lie detector terhadap Ferdy Sambo tidak akan diumumkan ke publik.

Tayang:
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Tersangka kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Irjen Ferdy Sambo atau Irjen FS saat menjalani adegan rekonstruksi pembunuhan Brigadir J di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022). 

TRIBUNTERNATE.COM - Otak di balik kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat, Irjen Ferdy Sambo, beserta istrinya, Putri Candrawathi telah menjalani uji kejujuran.

Tes uji kebohongan atau lie detector terhadap Ferdy Sambo digelar di Sentul, Bogor, Jawa Barat pada Kamis (8/9/2022). 

Sementara, tes uji kebohongan Putri Candrawathi dan asisten rumah tangganya Susi menggunakan alat pendeteksi kebohongan atau lie detector digelar pada Selasa (6/9/2022).

Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo mengungkapkan hasil uji kejujuran dengan menggunakan alat lie detector Ferdy Sambo tidak akan diumumkan ke publik.

Dedi menyebut hasil uji kejujuran ini untuk kepentingan penyidik.

"Hasil uji lie detector projustitia untuk penyidik," katanya saat dihubungi Tribunnews, Jumat (9/9/2022).

Lebih lanjut, Dedi mengungkapkan pemeriksaan uji kejujuran dengan lie detector terhadap Ferdy Sambo dilakukan oleh Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri hingga pukul 19.00 WIB pada Kamis (8/9/2022).

Sebelumnya, Dedi juga menyebut hasil uji kejujuran dari Putri Candrawathi tidak diumumkan dengan alasan yang sama yaitu pro justitia.

"Projustitia itu untuk kepentingan penyidik, artinya untuk penyidik saja," katanya dikutip dari Tribunnews.

Baca juga: Update Fakta Kasus Tewasnya Brigadir J: Ferdy Sambo Sempat Bisikkan Kata-kata Ini pada Bharada E

Baca juga: Beda Pengakuan Ferdy Sambo dan Bharada E soal Penembakan Brigadir J, Ini Kata Polri dan Komnas HAM

Selain Ferdy Sambo dan istrinya, uji kejujuran dengan alat lie detector juga dilakukan terhadap Bharada E, Bripka RR, dan Kuat Maruf.

Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi mengungkapkan hasil dari pemeriksaan terhadap Bharada E, Bripka RR, dan Kuat Maruf menyatakan jujur.

"Barusan saya dapat hasil sementara uji poligraf terhadap RE, RR, dan KM, hasilnya no deception indicated alias jujur," katanya dikutip dari Kompas TV.

Andi mengatakan tiap tersangka diberi pertanyaan oleh petugas Puslabfor terkait perannya masing-masing dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

"Hanya pertanyaan kunci, berbeda-beda pertanyaan sesuai peran masing-masing," katanya.

Baca juga: Putri Candrawathi Tak Ditahan, Angelina Sondakh: Kak Seto Dampingi Saya, Tapi Saya Beda Nasib

Baca juga: Putri Candrawathi Mengaku Jadi Korban Pelecehan, Pengacara Pihak Brigadir J: Berbohong Itu Sulit

Baca juga: LPSK Ungkap 7 Kejanggalan Soal Dugaan Pelecehan Seksual yang Dialami Istri Ferdy Sambo

Tersangka Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi saat menjalani rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022). Tim Khusus (Timsus) Polri menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan berencana Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Tersangka Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi saat menjalani rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022). Tim Khusus (Timsus) Polri menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan berencana Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat. (KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)

Di sisi lain, Dedi mengklaim alat lie detector milik Polri yang digunakan ini adalah alat canggih dan diklaim memiliki tingkat akurasi di atas 90 persen.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved