Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Tim Satgas TPPO Polda Maluku Utara Mulai Action Meski Belum Lama Dibentuk

Untuk mencegah sebelum terjadinya hal-hal yang tak diinginkan, Tim Satgas TPPO Polda Maluku Utara mulai action

Penulis: Randi Basri | Editor: Munawir Taoeda
Tribunternate.com/Randi Basri
WASPADA: Ketua Satgas TPPO Polda Maluku Utara, Kombes Pol Asri Effendi saat memberikan keterangan belum lama ini. Di mana pihaknya mulai action lakukan penyelidikan terkait TPPO di Maluku Utara meski belum lama dibentuk, Senin (12/6/2023). 

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Tim Satgas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), bentukan Polda Maluku Utara.

Mulai melakukan penyelidikan, untuk mendalami sejumlah informasi yang masuk.

Penyelidikan yang dilakukan ini, difokuskan pada WNI termasuk Maluku Utara.

Yang diperkerjakan sebagai, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di sejumlah Negara.

Baca juga: Polda Maluku Utara Nyatakan 814 Peserta Lolos ke Tahap Rikes II

Ketua Satgas TPPO Polda Maluku Utara, Kombes Pol Asri Effendi menyatakan.

Penyelidikan terkait TPPO, sesuai dengan isntruksi Kapolri sudah mulai di dalami.

Pendalaman adanya dugaan TPPO di Maluku Utara kata Asri, dilakukan dengan membangun koordinasi.

Dan komunikasi aktif dengan dinas terkait maupun pihak terkait, hingga masyarakat untuk melihat data.

Data yang dilihat lanjut Asri, mulai dari perusahan penyalur tenaga kerja maupun orang-orang yang saat ini menjadi TKA.

Lebih kanjut Asri mengakui, sejauh ini pihaknya atau Satgas TPPO belum mendapat.

Informasi adanya WNI asal Maluku Utara, yang dipekerjakan di luar Negeri.

"Sejauh ini belum ada data-data, termasuk juga dari dinas terkait, "katanya, Senin (12/6/2023).

Meski begitu Asri tetap menghimbau kepada seluruh warga di Maluku Utara.

Untuk tidak mudah terpengaruh dengan, bujuk maupun rayuan untuk menjadi TKA.

"Selalu hati-hati, dengan melihat perusahan tenaga kerja yang resmi, sehingga tak menjadi masalah, "tuturnya.

Baca juga: Polda Maluku Utara Nyatakan 814 Peserta Lolos ke Tahap Rikes II

Bahkan dirinya juga meminta warga untuk melaporkan, ke Kepolisian jika melihat atau mendengar adanya dugaan TPPO.

"Kalau ada warga yang ditawar, baik itu diri sendiri, keluarga maupun kerabat."

"Mohon informasikan juga ke kita, sehingga informasi itu juga bisa kita dalami, "pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved