Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Festival Nelayan dì Tidote Kali ini Memakai Konsep Ramah Lingkungan

Hal paling unik dari gelaran FKNT tahun 2023 ini adalah turut serta mendukung konsep ramah lingkungan.

Penulis: Faisal Amin | Editor: Mufrid Tawary
Tribunternate.com
Peralatan makan dan minum yang digunakan di FKNT Gerabah dan sendok yang terbuat dari bambu. 

TRIBUNTERNATE.COM-TIDORE- Festival Kampung Nelayan Tomalau (FKNT) 2023 telah digelar, Selasa (12/9/2023).

Pergelaran event tahunan ini   dibuka oleh Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba.

Hal paling  unik dari gelaran FKNT tahun 2023 ini adalah turut serta mendukung konsep ramah lingkungan.

Konsep ramah lingkungan tersebut adalah penggunaan bahan ramah lingkungan untuk peralatan makanan dan festival.

Para tamu yang hadir akan disediakan peralatan untuk makan mengunakan sepe, atau piring yang terbuat dari gerabah.

Ini  merupakan kerjasama antara warga kelurahan Tomalu dengan pengrajin Gerabah (Boso Mare) di Pulau Mare.

Bukan hanya peralatan makanan, semua lokasi Festival didesain menggunakan bahan yang ramah lingkungan.

Seperti Stand stand UMKM, Veneu Utama, serta tempat untuk para tamu pejabat pun dibuat menggunakan bahan dari Bambu.

"Jadi Desain lokasi Festival ini ramah lingkungan. Jadi  semua insfratruktur tidak menggunakan besi,tapi semuanya menggunakan bambu dan kayu," ungkap Abdullah Dahlan Tokoh Pemuda Tomalou,Saat diwawancarai Tribunternate.com,Selasa (12/9/2023).

Baca juga: Tahun Depan Festival Nelayan akan Masuk di Event Kota Tidore

Setiap tempat baik stand stand UMKM didekorasi mengunakan bambu serta beratapkan katu.

Bukan hanya FKNT tahun 2023, pada gelaran di dua tahun sebelumnya konsep yang sama juga dipakai, sebagai bentuk kepedulian warga Tomalou terhadap lingkungan.

"Di dua gelaran FKNT sebelumnya juga kita lakukan hal yang sama, kita mendesain lokasi Festival ini harus ramah lingkungan," jelasnya.

Lebih lanjut Abdullah menambahkan bahwa warga di kelurahan Tomalou juga berkomitmen menyelamatkan lingkungan khusunya di bagian pesisir maupun laut dari pencemaran yang disebabkan banyaknya sampah plastik.

Selain itu aksi bersih bersih pantai dan lingkungan juga akan dilakukan selama festival  berlangsung dan sudah menjadi rutinitas serta kebiasaan warga Tomalou.

Ia berharap hal tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang lingkungan.

Terutama masyarakat nelayan tentang pentingnya menjaga kelestarian laut bersama ekosistemnya.(*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved