Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pelayanan dan Keselamatan Pelayaran Transportasi Speedboat Jadi Perhatian Komisi II DPRD Tidore

Keselamatan pelayaran baik speedboat maupun motor kayu baik antar wilayah Tidore, maupun Ternate Tidore mandapat perhatian.

Penulis: Faisal Amin | Editor: Mufrid Tawary
Tribunternate.com
Speedboat Rute Sofifi -Kota Ternate Sementara Sandar di Pelabuhan Sofifi Kecamatan Oba Utara Kota Tidore Kepulauan, Minggu (07/01/2024) 

TRIBUNTERNATE.COM,TIDORE-Keselamatan pelayaran baik speedboat maupun motor kayu baik antar wilayah Tidore, maupun Ternate Tidore mandapat perhatian.

Terkait Hal tersebut  Komisi II DPRD Tidore Kepulauan,menyambangi Kantor Kantor Kesyahbandaraan Otoritas dan Pelabuhan (KSOP) Kelas II Ternate.

Kunker terkait pelayanan pelayaran dan peningkatan keamanan speedboat beroperasi di wilayah dari/dan ke Tidore.

Koordinator Komisi II Mochtar Djumati, menjelaskan,DPRD Kota Tidore dalam hal ini Komisi II telah kunjungan kerja ke KSOP.

Kunjungan Kerja ini merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat terkait kesiapan armada pelayaran.

Kunjungan kerja komisi dua DPRD Kota Tidore ini dilakukan pada Jum'at (5/1/2024) kemarin.

Untuk Tidore ada beberapa rute aktif melakukan aktivitas pelayaran, di antaranya Sarimalaha-Sofifi, Sarimalaha-Loleo, Sarimalaha-Somaode, Guraping-Ternate, Sofifi-Ternate dan Bastiong-Rum.

"Jadi kami membicarakan soal kesiapan armada laut, khususnya speed boat. Jadi harus ada pengawasan, karena sering terjadi juga di tengah laut speed boat mengalami kebocoran dan mati mesin. Itu yang kami khawatirkan," jelas Mochtar, Sabtu, (6/1/2024)

"Jadi armada yang beroperasi harus yang memadai, demi keselamatan penumpang," sambungnya.

Baca juga: 12 Tahun Tinggal di Hutan, Kakek Jafar dapat Bantuan Rumah dari Pemkot Tidore

Selain itu, armada juga perlu melengkapi alat keselamatan jika melakukan pelayaran. Seperti pelampung dan life jacket. Sebab, lanjut Mochtar, alat tersebut, mengantisipasi adanya kecelakaan saat berlayar.

"Karena kami lihat dan saya juga alami sendiri ada speed boat yang lalai dengan kesiapan armada. Pelampung dan life jacket juga, kadang mereka ABK) hanya pajang. Padahal itu harus dipakai oleh penumpang dan juga motoris serta ABK," terangnya.

Saat ini, jumlah speed boat rute Rum-Bastiong sebanyak 103 unit yang dibagi dua shift. Sedangkan motor kayu sebanyak 12 unit, dan dibagi dua shift.

Meski begitu, ia menegaskan, jika motor kayu dilarang mengangkut kendaraan (motor). Hanya saja, ada pertimbangan kearifan lokal, sehingga hal tersebut diizinkan dengan mengutamakan keselamatan.

Politisi Partai NasDem ini mengatakan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait, soal penataan pelabuhan di Bastiong. Pasalnya, ketika speed boat atau motor kayu beroperasi, kerap bersamaan dengan aktivitas bongkat muat kapal dari Bacan.

"Sehingga aktivitas penumpang speedboat dan motor kayu juga, tidak terganggu," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved