Pelayanan dan Keselamatan Pelayaran Transportasi Speedboat Jadi Perhatian Komisi II DPRD Tidore
Keselamatan pelayaran baik speedboat maupun motor kayu baik antar wilayah Tidore, maupun Ternate Tidore mandapat perhatian.
Penulis: Faisal Amin | Editor: Mufrid Tawary
TRIBUNTERNATE.COM,TIDORE-Keselamatan pelayaran baik speedboat maupun motor kayu baik antar wilayah Tidore, maupun Ternate Tidore mandapat perhatian.
Terkait Hal tersebut Komisi II DPRD Tidore Kepulauan,menyambangi Kantor Kantor Kesyahbandaraan Otoritas dan Pelabuhan (KSOP) Kelas II Ternate.
Kunker terkait pelayanan pelayaran dan peningkatan keamanan speedboat beroperasi di wilayah dari/dan ke Tidore.
Koordinator Komisi II Mochtar Djumati, menjelaskan,DPRD Kota Tidore dalam hal ini Komisi II telah kunjungan kerja ke KSOP.
Kunjungan Kerja ini merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat terkait kesiapan armada pelayaran.
Kunjungan kerja komisi dua DPRD Kota Tidore ini dilakukan pada Jum'at (5/1/2024) kemarin.
Untuk Tidore ada beberapa rute aktif melakukan aktivitas pelayaran, di antaranya Sarimalaha-Sofifi, Sarimalaha-Loleo, Sarimalaha-Somaode, Guraping-Ternate, Sofifi-Ternate dan Bastiong-Rum.
"Jadi kami membicarakan soal kesiapan armada laut, khususnya speed boat. Jadi harus ada pengawasan, karena sering terjadi juga di tengah laut speed boat mengalami kebocoran dan mati mesin. Itu yang kami khawatirkan," jelas Mochtar, Sabtu, (6/1/2024)
"Jadi armada yang beroperasi harus yang memadai, demi keselamatan penumpang," sambungnya.
Baca juga: 12 Tahun Tinggal di Hutan, Kakek Jafar dapat Bantuan Rumah dari Pemkot Tidore
Selain itu, armada juga perlu melengkapi alat keselamatan jika melakukan pelayaran. Seperti pelampung dan life jacket. Sebab, lanjut Mochtar, alat tersebut, mengantisipasi adanya kecelakaan saat berlayar.
"Karena kami lihat dan saya juga alami sendiri ada speed boat yang lalai dengan kesiapan armada. Pelampung dan life jacket juga, kadang mereka ABK) hanya pajang. Padahal itu harus dipakai oleh penumpang dan juga motoris serta ABK," terangnya.
Saat ini, jumlah speed boat rute Rum-Bastiong sebanyak 103 unit yang dibagi dua shift. Sedangkan motor kayu sebanyak 12 unit, dan dibagi dua shift.
Meski begitu, ia menegaskan, jika motor kayu dilarang mengangkut kendaraan (motor). Hanya saja, ada pertimbangan kearifan lokal, sehingga hal tersebut diizinkan dengan mengutamakan keselamatan.
Politisi Partai NasDem ini mengatakan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait, soal penataan pelabuhan di Bastiong. Pasalnya, ketika speed boat atau motor kayu beroperasi, kerap bersamaan dengan aktivitas bongkat muat kapal dari Bacan.
"Sehingga aktivitas penumpang speedboat dan motor kayu juga, tidak terganggu," pungkasnya. (*)
Harmonisasi Program Kehumasan Kemenag RI, Karo HKP: Humas Harus Jadi Jembatan Empati |
![]() |
---|
BREAKING NEWS: Warga Ternate Dihebohkan Temuan Potongan Kaki Manusia di Tempat Sampah |
![]() |
---|
Cuaca Maluku Utara Besok Jumat 29 Agustus 2025, BMKG Prediksi Cerah Berawan dan Hujan Ringan |
![]() |
---|
Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa 2017, Pemkab Taliabu Cari Pengganti Salim Ganin |
![]() |
---|
Gercep, BPBD Tidore Lakukan Penanganan Banjir di Dusun Toburo Kecamatan Oba Utara |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.