Halmahera Selatan
Praktik Bom Ikan di Halmahera Selatan Masih Marak, Bupati Harap Polisi Ambil Langkah Tegas
Praktik penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak dalam hal ini bom rakitan, rupanya masih marak terjadi
Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Mufrid Tawary
TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Praktik penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak dalam hal ini bom rakitan, rupanya masih marak terjadi di perairan Halmahera Selatan.
Sejumlah wilayah seperti Pulau Kayoa, Joronga, Gane Timur hingga Gane Barat Selatan, dilaporkan sering menjadi sasaran praktik ilegal fishing tersebut.
Laporan penangkapan ikan menggunkan bom ini pun sudah sampai ke telinga Bupati Halmahera Selatan Bassam Kasuba saat kunjungan kerja di Desa Yamil, Kecamatan Gane Barat Selatan, pada Kamis (18/1/2024) lalu.
Bassam berharap kepada pihak kepolisian agar menindak tegas para pelaku sehingga ada efek jera. Di samping itu, patroli di perairan Halmahera Selatan harus lebih ditingkatkan.
"Kita akan bekerja sama dengan aparat penegak hukum dan otoritas maritim setempat untuk mengintensifkan penegakan hukum terhadap praktik penangkapan ikan ilegal," ujarnya, Minggu (21/1/2024).
Dalam upaya pencegahan praktik ilegal fishing, Bassam menyebut Pemkab Halmahera Selatan bakal melakukan sosialisasi guna meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga sumber daya ikan yang lestari dan melindungi ekosistem laut.
Baca juga: PAD Halmahera Selatan Diproyeksi Rp 200 Miliar, OPD Penyumbang Diminta Kerja Ekstra
Selain itu, desa-desa yang lautnya sering menjadi objek pengeboman ikan, akan diberikan armada laut untuk melakukan pencegahan.
“Ini dilakukan dalam rangka menjaga keberlanjutan sumber daya ikan dan menjaga kelestarian ekosistem laut," jelasnya.
Politikus PKS ini juga mengimbau kepada masyarakat agar membuat laporan ke pihak kepolisian atau pemerintah daerah jika mendapati penangkapan ikan menggunakan bahan peledak.
"Masyarakat juga diharapkan dapat mengurangi praktik penangkapan ikan ilegal dengan bahan peledak, serta meningkatkan keberlanjutan sumber daya ikan dan menjaga kelestarian ekosistem laut," imbuhnya. (*)
| Jaksa Kembalikan Berkas Kasus Tambang Ilegal di Obi Halmahera Selatan, Ini Alasannya |
|
|---|
| Pengantin Baru di Halmahera Selatan Raup Rp 420 Juta dari 'Bendera Uang' Tamu Undangan |
|
|---|
| Tiang Listrik di Jalan Babang-Wayaua Halmahera Selatan Ancam Pengendara |
|
|---|
| 9 Desa di Halmahera Selatan Rayakan Idulfitri Lebih Awal dari Pemerintah |
|
|---|
| Kades Kawasi Halmahera Selatan Dituduh Jual Lahan Warga ke Perusahaan, Tim Hukum Bantah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/21012024_Bassamkasuba2121.jpg)