Senin, 27 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Halmahera Selatan

Mengenal Masjid Kesultanan Bacan di Halmahera Selatan, Usianya Lebih dari Satu Abad

Keberadaan Masjid Kesultanan Bacan di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, diketahui sudah lebih dari satu abad.

Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Mufrid Tawary
Tribunternate.com
Bagian depan Masjid Kesultanan Bacan di Desa Amasing Kali, Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan. Masjid ini sudah berusia satu abad lebih, Kamis (21/3/2024). 

“Jadi waktu itu Sultan menunjukkan jarinya di mata air itu dan mengalirlah air tersebut. Karena Sultan-sultan Bacan ini, wali," jelasnya.

Kemudian, di dalam Masjid Kesultanan Bacan terdapat sebuah mimbar model Jawa dan satu ruangan kuhsus untuk Sultan ketika bermunanjat kepada yang maha kuasa.

Barisan beribadah di masjid ini, posisinya pun diatur. Di mana, sisi kanan saf depan diisi oleh para bobato dunia, sedangkan di sisi kiri diisi para bobato akhirat Kesultanan Bacan.

“Dan 4 tiang di dalam masjid ini, disebut kabbah. 4 tiang itu dimaknai hukum wajib, sunnah, ibah dan makruh," ucap Tufail.

Masjid yang dibalut dengan cat warna putih di tembok dan hijau kuning di setiap kayu pintu dan jendela ini, juga punya arti tersendiri.

Di mana, warna putih menyimbolkan kesucian, kuning adalah kedamaian dan hijau adalah kesejahteraan.

Ibnu Tufail menambahkan, bahwa di bagian belakang bengunan masjid, juga terdapat makam 3 Sultan dan para keluarga.

Yaitu ada makam Sultan Muhammad Sadik, Sultan Oesman Sah dan Sultan Gahral Sah yang juga tokoh pemekaran Kabupaten Halmahera Selatan.

“Di jamannya para Sultan ini berada di Bacan, maka makam mereka di sini. Kemudian lokasi pekuburan itu, punya sejarah tersendiri," katanya.

Ia juga mengaku, Masjid Kesultanan Bacan hingga sekarang, masih tetap dipergunakan untuk kegiatan-kegiatan keagamaan. Baik itu di bulan Suci Ramadan maupun hari-hari besar lainnya.

“Kita tetap pakai, dan bulan Ramadan kali ini juga kita akan gunakan. Jadi selain salat, kegiatan kajian-kajian keagamaan, seperti mengaji dan lain-lain juga di sini," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved