Sidang Kasus OTT KPK, Ajudan Akui Terima Uang dari Gubernur Maluku Utara Nonaktif Rp 600 Juta
Ipda Wahyudin Hamid ajudan Gubernur Maluku Utara nonaktif Abdul Gani Kasuba (AGK) dihadirkan sebagai saksi.
Penulis: Randi Basri | Editor: Mufrid Tawary
TRIBUNTERNATE.COM - Ipda Wahyudin Hamid ajudan Gubernur Maluku Utara nonaktif Abdul Gani Kasuba (AGK) dihadirkan sebagai saksi.
Kali ini sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan sakai, di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Ternate, Senin (25/3/2024).
Selain Ipda Wahyudin Hamid sidang keempat ini JPU juga menghadirkan tiga saksi lain diantaranya, Saldi keluarga dekat Gubernur merangkap asisten.
Kemudian Rismat ajudan Gubernur dan Fajrin selaku Sespri Gubernur.
Keempat saksi ini memberikan keterangan di persidangan dengan terdakwa Adnan Hasanuddin.
Sidang dipimpin ketua majelis hakim, Romel Franciskus Tumpubolon didampingi empat hakim anggota masing-masing, Haryanta, Kadar Noh, Samhadi dan R Moh. Yakob Widodo.
Hakim anggota Kadar Noh saat menanyakan ke saksi Ipda Wahyudin Hamid dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) ia mengakui menerima transferan uang sebanyak enam kali dengan nilai total masing-masing Rp 100 juta Rp 50 juta Rp 25 juta Rp 25 juta Rp 25 juta Rp 25 juta lagi.
“Nominalnya seingat saya sekitar itu lima sampai enam kali saya terima,” kata saksi saat di cecer pertanyaan oleh Hakim anggota.
Bahkan saksi juga mengaku ia pernah mentransfer uang ke istrinya.
Dalam keterangannya di BAP uang yang di trasfer ke istri saksi untuk pembelian dua unit mobil dengan cara cicil sebesar Rp 250 juta.
Selain itu uang juga mengalir pembelian sepeda motor MX sebesar Rp 34 juta dan sebidang tanah di Sofifi dengan harga 20 juta.
“Saudara saksi ini duit dari mana? Tanya Hakim anggota dalam sidang dengan terdakwa Adnan.
Sementara untuk tiga saksi baik Saldi keluarga dekat Gebernur Maluku Utara merangkap asisten.
Baca juga: Hakim PN Ternate Tolak Eksepsi Terdakwa Daud Ismail dan Kristian Wuisan dalam Kasus OTT KPK
Rismat ajudan Gubernur Maluku Utara dan Fajrin selaku Sespri Gubernur.
Mereka juga di cecer sejumlah pertanyaan soal transaksi keuangan, tiket hingga hotel dalam keseharian tugas Gubernur.
Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa 2017, Pemkab Taliabu Cari Pengganti Salim Ganin |
![]() |
---|
Gercep, BPBD Tidore Lakukan Penanganan Banjir di Dusun Toburo Kecamatan Oba Utara |
![]() |
---|
Hanafi Jalani Tes Kejiwaan, Kapolsek Maba Halmahera Timur: Hasilnya Menyusul |
![]() |
---|
Nilai Produksi Ikan Tangkap Nelayan di Halmahera Selatan Capai Rp 45 Miliar Lebih |
![]() |
---|
Inspektorat dan BPBJ Maluku Utara Bahas Rencana Aksi SPI KPK 2025 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.