Halmahera Selatan
Jumlah ODGJ di Halmahera Selatan Maluku Utara Meningkat Jadi 170 Orang
Jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Malut, tercatat mengalami peningkatan di tahun 2024 menjadi 170 orang
Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Sitti Muthmainnah
TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, tercatat mengalami peningkatan di tahun 2024.
Kepala Dinas Kesehatan Halmahera Selatan, Asia Hasyim mengatakan. pada tahun 2023, ODGJ di Halmahera Selatan sebanyak 147 orang atau 63 persen, namun mengalami peningkatan sebanyak 170 orang atau 74 persen di tahun 2024 ini.
"Jumlah ODGJ berat yang dilayani sesuai standar, mengalami peningakatan tahun ini," ujarnya, Kamis (5/9/2024).
Dalam rangka penanganan ODGJ, Asia menyebut pekan lalu pihaknya membuka pelatihan petugas kesehatan untuk penanganan.
Baca juga: Polisi Lacak Mahasiswi Asal Halmahera Selatan yang Hilang di Ternate Maluku Utara
Lanjutnya, pelatihan ini diikuti dokter, perawat dan delegasi pengelola kesehatan jiwa di 15 Puskesmas.
Asia juga mengatakan, masalah kesehatan jiwa semakin mendapat perhatian masyarakat dunia, karena gangguan jiwa dan perilaku dialami oleh 25 persen dari seluruh penduduk pada suatu masa dari hidupnya.
“WHO menemukan bahwa 24 persen pasien yang berobat ke pelayanan kesehatan primer memiliki diagnosis gangguan jiwa,” jelasnya.
Asia menuturkan, gangguan jiwa yang sering ditemukan di pelayanan kesehatan primer antara lain depresi dan cemas, baik sebagai diagnosis tersendiri maupun komorbid dengan diagnosis fisiknya.
Baca juga: Kadri La Etje Pimpin Rakor Survei Budaya Kerja ASN di Maluku Utara: IP Pegawai di Angka 53,77
Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, data nasional untuk gangguan mental emosional yang juga gejala depresi dan cemas dideteksi pada penduduk usia 15 tahun atau lebih, dialami oleh 9,8 persen penduduk atau lebih dari 19 juta jiwa.
Sementara untuk gangguan jiwa berat atau psikotik, dialami oleh 6,7/1000 atau lebih dari 1.700.000. Kemudian, 14 persen atau lebih dari 200.000 kasus dari pengidap gangguan psikotik tersebut pernah dipasung.
“Ini tidak sedikit masalah kesehatan jiwa tersebut dialami oleh usia produktif, bahkan sejak usia remaja," jelasnya.
"Depresi juga dapat terjadi pada masa kehamilan dan pasca persalinan, yang dapat mempengaruhi pola asuh serta tumbuh kembang anak,” pungkasnya. (*)
Rapimpurda Tak Tuntas, Dialog Kepemudaan KNPI Halmahera Selatan Ricuh |
![]() |
---|
Berkas dan 3 Tersangka Bom Ikan di Perairan Halmahera Selatan Diserahkan ke Jaksa |
![]() |
---|
Satlantas Polres Halmahera Selatan: Laka Tunggal Renggut Nyawa Gugun Udin Murni Kecelakaan |
![]() |
---|
Polres Halmahera Selatan Diminta Usut Laka Tunggal di Kawasan GOR yang Tewaskan Gugun Udin |
![]() |
---|
Baznas Halmahera Selatan Bantu Biaya Pengobatan Pasien Penderita Tumor |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.