Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Sofifi

Tingkat Kemiskinan Umum di Maluku Utara Maret 2024 Sebesar 6,32 Persen

Pj Sekprov Maluku Utara: "Mengentaskan kemiskinan bukan hanya tugas konstitusional, melainkan juga panggilan kemanusiaan."

Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
Dok Biro Adpim Setda Pemprov Maluku Utara
KAJIAN: Pj Sekprov Maluku Utara Abubakar Abdullah memukul gong sebagai tanda dibukanya Rakor Penanggulangan Kemiskinan 

Berdasarkan data P3KE 2024, jumlah keluarga miskin Maluku Utara sebanyak 101.575 keluarga, atau setara dengan 445.182 individu.

Halmahera Selatan menjadi kabupaten dengan jumlah keluarga miskin tertinggi yaitu 17.132 keluarga.

Di sisi anggaran, Pemprov Maluku Utara telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 371,8 miliar untuk program penanggulangan kemiskinan, yang telah terealisasi sebesar Rp 68,3 miliar hingga saat ini.

Program ini mencakup sektor-sektor utama seperti pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan infrastruktur.

"Saya harap Rakor ini dapat menjadi katalis, dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, serta sektor swasta, LSM dan masyarakat."

"Semua itu demi mendukung penanggulangan kemiskinan di Maluku Utara."

"Karena mengentaskan kemiskinan membutuhkan kolaborasi dan kerja bersama dari semua elemen masyarakat, "jelasnya.

Baca juga: Update Kasus TPPU Muhaimin Syarif, KPK Dalami Aliran Dana Proyek RSUD Sofifi Maluku Utara

Dikesempatan yang sama, Kepala Bappeda Maluku Utara Muhammad Sarmin S Adam menambahkan.

Rakor ini bertujuan menyelaraskan kebijakan dan pemantauan penanggulangan kemiskinan tingkat kabupaten/kota.

Sehingga dapat tercapai keselarasan program antara pemerintah pusat, daerah, dan kabupaten/kota. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved