Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Hari Pahlawan

Sosok Boki Fatimah, Anak Sultan Bacan ke 18 yang Sempat Diusul Jadi Pahlawan Nasional

Nama Boki Fatimah atau Princess Van Kasiruta sempat direncanakan diusul menjadi pahlawan nasional pada tahun 2023 lalu.

|
TribunTernate.com
Boki Fatimah, Anak Sultan Bacan ke 18 

TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Nama Boki Fatimah atau Princess Van Kasiruta sempat direncanakan diusul menjadi pahlawan nasional pada tahun 2023 lalu.

Rencana pengusulan Boki Fatimah didengungkan sejumlah komunitas literasi Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, saat melaksanakan event Bacan Membaca (Babaca).

Selain Boki Fatimah, Sultan Bacan ke-18 , Oesman Sadik, juga masuk dalam daftar pengusulan.

Baca juga: KPU Halmahera Selatan Malut Minta 3.262 Petugas KPPS Wujudkan Kedaulatan Pemilih

Kedua sosok ini, dianggap berkontribusi dalam perjuangan kemerdakaan Indonesia sehingga layak dinobatkan sebagai pahlawan nasional.

Sosok Boki Fatimah

Boki Fatimah adalah putri Sultan Bacan ke-18, Oesman Sadik.

Dirangkum dari berbagai sumber, Boki Fatimah atau Princess van Kasiruta merupakan istri Bapak Pers Nasional, Tirto Adhi Soerjo.

Tirto dan Fatimah bertemu saat Tirto melakukan perjalanan ke Pulau Bacan dan berkenalan dengan keluarga kesultanan. Kemudian mereka menikah pada tahun 1905.

Tak hanya mendapat seorang istri, pengalamannya selama di Pulau Bacan juga memperkuat ide Tirto untuk menerbitkan surat kabar Medan Prijaji.

Medan Prijaji dikenal sebagai perintis pers di bumi Nusantara dan surat kabar nasional pertama di Indonesia.

Boki Fatimah disebut terlibat dalam pendirian Medan Prijaji hingga penerbitan yang beredar diawal tahun 1907. 

Sementara Sultan Oesman Sadik, ayah Boki Fatimah, turut memberi modal penerbitan surat kabar Medan Prijaji.

Bersama Tirto Adhi Soerjo, Oesman mengupayakan Medan Prijaji berbadan hukum dan membentuk perusahaan N.V. Medan Prijaji pada 1908.

Di Medan Prijaji, Boki Fatimah menjadi salah satu anggota redaksi. Ia pandai membaca dan menulis dalam Bahasa Melayu juga Bahasa Belanda.

Baca juga: Jadi Irup Upacara Hari Pahlawan Nasional 2024, Sekda Tidore Maluku Utara Sampaikan Pesan Mensos RI

Medan Prijaji adalah media pertama berbahasa melayu, yang menyuarakan semangat nasionalisme Indonesia yang saat itu masih benih. 

Peran lebih sentral dijalankan Boki Fatimah saat Tirto merilis surat kabar berikutnya, Poetri Hindia, yang terbit di Betawi (Jakarta) sejak 1 Juli 1908.

Nama Boki Fatimah, juga diabadikan dalam novel trilogi Pramoedya Ananta Toer berjudul Jejak Langkah.

Kemudian Boki Fatimah dalam sejarah jurnalistik, merupakan istri Tirto Adhi Soerjo yang berperan sebagai redaktur surat kabar Medan Prijaji. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved