Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemprov Malut

Sherly Laos Komitmen Perkuat Misi Dagang Maluku Utara - Jawa Timur

Misi Dagang Jawa Timur – Maluku Utara ke-3 mulai digelar pada Rabu (12/3/2025) hari ini di Hotel Bela, Kota Ternate

Dok : Tim Sherly Laos
PROGRAM - Gubernur Maluku Utara Sherly Laos, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Ternate M Tauhid Soleman, dan Kepala BI Malut Dwi Putra Indrawan membuka kegiatan Misi Dagang antara Jawa Timur - Maluku Utara di Hotel Bela Ternate, Rabu (12/3/2025). 

TRIBUNTERNATE.COM – Misi Dagang Jawa TimurMaluku Utara ke-3 mulai digelar pada Rabu (12/3/2025) hari ini di Hotel Bela, Kota Ternate. 

Kegiatan tersebut dibuka oleh Gubernur Maluku Utara Sherly Laos bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Misi dagang ini dihadiri berbagai elemen strategis, termasuk Forkopimda Maluku Utara, Pengurus KADIN kedua provinsi, perwakilan OPD, serta 48 pelaku usaha dari Jawa Timur.

Baca juga: Sherly Laos Tekankan di Pelantikan PKK se-Malut, Ubah Stigma Ibu PKK Hanya Sibuk Jalan-jalan

Dalam sambutannya, Sherly Laos menegaskan bahwa hubungan perdagangan antara Maluku Utara dan Jawa Timur harus semakin kuat dan lebih berimbang.

Ia juga menyoroti neraca perdagangan Jawa Timur yang selama satu dekade terakhir selalu surplus, sementara Maluku Utara masih mengalami defisit perdagangan.

misi dagang digelar hari ini
PROGRAM - Foto Gubernur Maluku Utara Sherly Laos, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Ternate M Tauhid Soleman. Misi Dagang antara Jawa Timur - Maluku Utara dihelat pada Rabu (12/3/2025) hari ini di Hotel Bela, Kota Ternate.

Menurut data BPS dan Kementerian Perdagangan (Kemendag), perdagangan antar Jawa Timur dan Maluku Utara terus mengalami kenaikan signifikan.

Di tahun 2015 volume perdagangan Rp72 miliar, di mana Jawa Timur mengalami surplus Rp68 miliar, tahun 2019 volume perdagangan naik 10 kali lipat menjadi Rp800 miliar surplus Rp200 miliar.

Kemudian tahun 2020 volume perdagangan melonjak fantastis Rp2,2 triliun surplus Rp 371 miliar, tahun 2022–2023 volume turun Rp1 triliun karena covid-19, meskipun begitu Jawa Timur tetap surplus Rp400 miliar.

Dan pada tahun 2024 diperkirakan meningkat kembali menjadi Rp1,3 triliun.

Menanggapi angka tersebut, Sherly Laos menegaskan bahwa sudah saatnya Maluku Utara meningkatkan ekspor dan mengurangi defisit perdagangan.

“Saya baru paham, pantas rombongan Jatim makin ramai datang ke sini. naik terus perdagangan dengan Malut.”

“Tapi, Mba Khof, tahun depan tolong bantu supaya kami jangan defisit terus ya, beli lebih banyak dari kam. Kasian uang kami defisit pergi ke Surabaya terus,” ucap Sherly dengan nada bercanda.

Untuk itu, Sherly Laos menginstruksikan OPD dan pelaku usaha Maluku Utara untuk meningkatkan daya saing serta nilai tambah dengan local-processing dan ekspor komoditas unggulan.

Sherly Laos juga menyampaikan arahan khusus yakni memastikan volume perdagangan terus meningkat dengan meningkatkan efisiensi tol laut, menurunkan biaya transportasi, serta mempermudah perizinan bagi pelaku usaha.

Memperbaiki neraca dagang, di mana Maluku Utara harus memperbanyak produk yang diekspor ke Jawa Timur. Sherly Laos juga menargetkan dalam dua tahun neraca perdagangan lebih berimbang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved