Warga Marikurubu Ternate Bikin Petisi, Tolak Pemekaran Kelurahan Mariaru
"Kami menolak dengan tegas, kami tidak bersedia, (bahkan) sejengkal pun tidak, "tegas Ketua LPM Kelurahan Marikurubu Isman Said
Penulis: M Julfikram Suhadi | Editor: Munawir Taoeda
"Dan jika ini diambil lagi maka Marikurubu bisa dibilang sangat kecil, "kata dia mengikuti penyampaian warga.
"Kami memahami jika esensi pemekaran adalah pemberdayaan masyarakat, namun jika masyarakat setempat menolak maka jangan dipaksa."
"Dan penolakan oleh seluruh komponen masyarakat Marikurubu sudah dibuat melalui surat pernyataan, "tambahnya.
Isman pun mengajak masyarakat untuk sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban.
"Semoga warga tidak terpancing lagi dengan isu tersebut, karena Camat Ternate Tengah berjanji akan menyelesaikan hal itu yang sudah dilakukan pertemuan bersama warga Marikurubu"pintanya
“Terlebih masalah ini sudah diselesaikan melalui pertemuan dengan pak Camat. Jadi mari sama-sama kita jaga keamanan dan ketertiban. Jangan lagi ada isu-isu liar yang beredar,”tambahnya
Senada disampaikan Nurzan Soleman, Ketua Adat Marikurubu. Kata dia, silahkan dilakukan pemekaran sepanjang itu tidak mengambil sebagian wilayah Induk Marikurubu.
“Silakan aja, itu kan hak mereka untuk lakukan pemekaran, sepanjang tidak mengambil kami punya wilayah,” kata Nurzan. Jumat, (11/4)
Menurutnya, kemungkinan syarat jumlah penduduk pemekaran belum terpenuhi sehingga tim pemekaran berencana mengambil sebagian wilayah Marikurubu.
Hal itu dibuktikan dengan ditemukan adanya tanda batas wilayah yang akan diambil yang ditandai dengan cat semprot.
Tindakan tanpa koordinasi ini, kata Nurzan, sehingga menambah keresahan di tengah masyarakat.
"Kelurahan Marikurubu sebagai kelurahan induk dia rela Tongole pisah tidak mengganggu wilayah lain selanjutnya ada Torano juga rencana dimekarkan dan itu tidak mengganggu wilayah kelurahan lain kan ngoni (kalian) bukan dari kelurahan Marikurubu silakan aja ngoni mau bagi berapa wilayah kalian kami tidak ikut campur itu hak kalian, silakan, "ujarnya.
"Namun yang menjadi resah itu panitia pemekaran atau beberapa oknum yang memberi batas tanpa konsultasi ke kami. Kalau ada kalian mau ambil ya bangun komunikasi untuk kita cari jalan keluar bersama- sama jalan terbaiknya seperti apa."
"Kalau ngoni sudah buat seperti itu ya jelas masyarakat di sini sudah menolak dan sudah tidak bisa lagi."
"Pokoknya batas itu harga mati, dan tadi sudah clear lewat pertemuan dengan pak camat tadi yang digagas oleh lurah, "tambahnya.
RSUD Chasan Boesoirie Maluku Utara: Organ Pasien Amputasi Harus Dikubur Bukan Dibuang |
![]() |
---|
Harga Ikan di Halmahera Selatan Turun Tapi Sepi Pembeli, Pedagang Mengeluh |
![]() |
---|
RPJMD Tidore 2025–2029 Dievaluasi, Bappeda Malut Dorong Perencanaan Lebih Visioner dan Terukur |
![]() |
---|
Januari-Agustus 2025, Lakalantas di Halmahera Selatan Renggut 8 Nyawa |
![]() |
---|
Profil Ian Matheis, Advokat di Ternate yang Aktif Berikan Pelayanan dan Bantuan Hukum |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.