Pemprov Malut
Viralnya Stecu-Stecu Disorot Kemenekraf, Sherly Laos Buka Peluang Musisi Malut ke Panggung Nasional
Sherly Laos menunjukan komitmennya untuk membuka lebih banyak akses agar para musisi lokal Maluku Utara mampu menembus panggung nasional
Penulis: Iga Almira Rugaya Assagaf | Editor: Iga Almira Rugaya Assagaf
TRIBUNTERNATE.COM, JAKARTA - Lagu Stecu-Stecu yang belakangan viral di sosial media terutama TikTok menjadi perhatian Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenekraf/Bekraf RI).
Hal ini diungkapkan Menekraf Teuku Riefky Harsya melalui akun instagram pribadinya @teukuriefky, Rabu (14/5/2025).
Melihat viralnya Stecu-Stecu, kata Teuku Riefky di caption unggahannya, merupakan geliat electropop lokal yang potensinya tidak bisa dipandang sebelah mata.
Baca juga: Irjen Pol Waris Agono Harap Gubernur Maluku Utara Sherly Laos Bisa Realisasi IPR Tambang Rakyat
Baca juga: Judul Buku yang Bikin Takjub Sherly Laos, Kisahkan Pemuda Maluku Utara Jadi Penjelajah Dunia

Di mana diketahui, lagu Stecu-Stecu yang belakangan viral merupakan milik Faris Adam, musisi asal Kota Ternate, Maluku Utara.
Sejalan dengan hal itu, Sherly Laos menunjukan komitmennya untuk membuka lebih banyak akses agar para musisi lokal Maluku Utara mampu menembus panggung nasional.
Lewat pertemuan Menekraf dengan Gubernur Maluku Utara Sherly Laos, Jumat (9/5/2025), berbagai hal berkaitan musisi lokal, pengrajin, seniman dan lainnya dibahas.

Mulai dari perlindungan hak kekayaan intelektual, monetisasi konten digital hingga pembentukan Dinas Ekraf di Daerah.
Teuku Riefky dalam unggahannya mengaku optimis dengan pertemuan ini, karya seniman dari Maluku Utara bisa bersaing bahkan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia.
Musik bisa lahir dari mana saja, termasuk dari tanah Maluku Utara, yang kini semakin kaya akan talenta dan kreativitas. Dari Stecu-Stecu yang viral di TikTok sampai geliat electropop lokal, potensi ini tidak bisa dipandang sebelah mata.
Dalam pertemuan bersama Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda (@s_tjo), Jumat (9/5), saya mendengar langsung komitmen Pemprov Maluku Utara untuk membuka lebih banyak akses bagi musisi lokal menembus panggung nasional.
Kami juga membahas berbagai langkah konkret, mulai dari perlindungan hak kekayaan intelektual, monetisasi konten digital, hingga pembentukan Dinas Ekraf sebagai penguat kelembagaan di daerah.
Saya optimistis, jika didukung ekosistem yang tepat, karya musisi dari Maluku Utara bisa bersaing dan berkontribusi nyata pada pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia. Dikutip dari unggahan @teukuriesky pada Kamis (15/5/2025). (*)
Gubernur Maluku Utara Sherly Laos Sabet Baznas Award 2025: Bukti Dukungan Kuat Gerakan Zakat |
![]() |
---|
RPJMD Tidore 2025–2029 Dievaluasi, Bappeda Malut Dorong Perencanaan Lebih Visioner dan Terukur |
![]() |
---|
140 ASN Pemprov Maluku Utara Masuk Masa Purna Bhakti, Sherly Laos Beri Pesan Menyentuh |
![]() |
---|
Ini Jejak Karier dan Harta Kekayaan Muhammad Assyura Umar, Kabid Pemerintahan Desa DPMD Malut |
![]() |
---|
UKM Jadi Penopang Ekonomi Daerah, Pemprov Maluku Utara Beri Stimulus Alat Penunjang |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.