Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Opini

Krisis Manajerial di Rumah Sakit Daerah: Masalah dan Strategi Pemecahan Masalah

Sejak beberapa tahun terakhir, sebuah rumah sakit umum daerah di wilayah Maluku Utara menghadapi berbagai tantangan serius yang berdampak

Dok : Alwia Assagaf
OPINI - Krisis Manajerial di Rumah Sakit Daerah: Masalah dan Strategi Pemecahan Masalah oleh dr. Alwiah Assagaf, M.Kes 

Alwia Assagaf

(Mahasiswa Program Doktoral Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Makassar)

Sejak beberapa tahun terakhir, sebuah rumah sakit umum daerah di wilayah Maluku Utara menghadapi berbagai tantangan serius yang berdampak pada kualitas layanan kesehatan dan kepuasan pasien.

Rumah sakit dengan lebih dari 600 pegawai ini mengalami krisis multidimensional meliputi masalah manajerial, keuangan, dan layanan kesehatan yang memerlukan perhatian serius.

Masalah yang Terjadi

Permasalahan utama yang muncul adalah ketidakefisienan pengelolaan sumber daya manusia yang ditandai dengan distribusi tenaga kerja yang tidak merata, lemahnya komunikasi internal, serta konflik peran dan tanggung jawab.

Selain itu, status sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) belum berjalan optimal, terutama dari sisi keuangan. Rumah sakit mengalami defisit yang cukup besar akibat kebijakan yang tidak terencana dengan matang sesuai kemampuan keuangan.

Pemerintah daerah belum sepenuhnya memberi dukungan operasional, sehingga menimbulkan penumpukan utang dan keterbatasan dalam penyediaan obat serta perbaikan infrastruktur.

Dari sisi regulasi, terdapat ketidaksesuaian antara struktur organisasi rumah sakit dan aturan yang berlaku dari pemerintah pusat, sehingga mempengaruhi tata kelola dan pengambilan keputusan.

Sistem informasi yang belum terintegrasi juga menjadi kendala dalam efisiensi layanan, serta keamanan data yang masih perlu diperkuat.

Akibatnya, kualitas pelayanan menurun, yang terlihat dari keluhan pasien terkait waktu tunggu pelayanan tertentu, kebersihan, ketertiban, keamanan, gangguan vector tertentu dan keterbatasan akses informasi medis.

Ketidakpuasan ini juga dirasakan oleh tenaga kerja rumah sakit, sehingga menciptakan lingkungan kerja yang kurang kondusif.

Analisis Konflik dan Gaya Manajemen

Permasalahan ini dapat dianalisis melalui lensa gaya manajemen konflik kelompok, baik dalam konteks intragroup (di dalam tim dan unit kerja) maupun intergroup (antar bagian, antara manajemen dan pegawai, maupun antara rumah sakit dan instansi pemerintah daerah).

Ketidakefisiensi manajemen, lemahnya komunikasi, konflik peran dan tanggung jawab, serta ketimpangan sumber daya menunjukkan adanya dinamika konflik yang dikelola dengan berbagai gaya, sebagian di antaranya justru memperburuk kondisi.

Dari sudut pandang gaya manajemen konflik, situasi ini mencerminkan dominasi gaya penghindaran (mengabaikan masalah), persaingan (kompetisi antara pihak manajemen dan pemerintah daerah), dan akomodasi (pegawai yang terpaksa menerima kondisi sulit demi menjaga keberlangsungan kerja).

Gaya kolaborasi dan integrasi yang ideal untuk menyelesaikan konflik belum sepenuhnya diterapkan akibat lemahnya komunikasi dan ketidakpercayaan para pihak.

Upaya Penyelesaian

Halaman
12
Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved