Rabu, 13 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Hujan Deras Akibatkan Jembatan Penghubung 2 Kecamatan di Tidore Ambruk

"Saat ini laporan tersebut sudah ditindaklanjuti dengan mengeluarkan surat tanggap darura, "kata Kepala Pelaksana BPBD Tidore Muhammad Abubakar

Tayang:
Penulis: Faisal Amin | Editor: Munawir Taoeda
Istimewa
INSIDEN: Kondisi jembatan penghubung 2 kecamatan yakni Kecamatan Oba dan Oba Tengah yang ambruk, Jumat (8/8/2025) 

TRIBUNTERNATE.COM, TIDORE - Jembatan di Desa Sigela, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara ambruk pada Jumat (08/8/2025) sekitar pukul 11.00 WIT. 

Ambruknya jembatan penghubung 2 kecamatan tersebut akibat hujan deras sejak siang hingga menjelang malam.

Akibatnya aktivitas lalu lintas dari Desa Payahe menuju Desa Lifofa maupun sebaliknya terganggu.

Kepala Desa Sigela Amir Nasir menyatakan bahwa jembatan yang terletak di Dusun Yef itu merupakan satu-satunya akses jalan menuju ke Lifofa maupun sebaliknya.

Baca juga: Tahun Depan, Pemkot Ternate Patok Dana Hibah Parpol Rp1,3 Miliar

Saat ini pihaknya sudah melaporkan kejadian tersebut ke kecamatan maupun ke BPBD Kota Tidore Kepulauan.

INSIDEN: Kondisi Jembatan Penghubung Dua Kecamatan Oba dan Oba Tengah Ambruk.
INSIDEN: Kondisi Jembatan Penghubung Dua Kecamatan Oba dan Oba Tengah Ambruk. (Istimewa)

"Kami berharap bantuan segera datang untuk menangani masalah ini, "tuturnya.

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Kota Tidore Kepulauan Muhammad Abubakar saat diwawancarai mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dari pihak desa maupun kecamatan.

Saat ini laporan tersebut sudah ditindaklanjuti dengan mengeluarkan surat tanggap darurat kemudian disampaikan ke BPBD Maluku Utara.

"Setelah dapat laporan dari pak camat, kami minta laporan kejadiannya,kami langsung  langsung laporkan ke BPBD Provinsi."

Baca juga: Eks Anggota Polres Halmahera Selatan Tersangka Narkoba Diserahkan ke Jaksa

"Dari Provinsi juga minta agar segera buatkan SK tanggap darurat untuk dilakukan tanggap darurat karena itu tanggungjawab dari provinsi, "ungkap Muhammad Abubakar.

Ia menambahkan, BPBP Kota Tidore Kepulauan juga akan menyiapkan berkas untuk dilaporkan ke Wali Kota, sebagai laporan kejadian.

"Sekalipun ini ranahnya provinsi, tapi pemerintah kota juga harus tahu karena ini masuk wilayah Tidore,dan langkah langkah dari Pemkot untuk ini seperti apa, "jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved