Pemprov Malut
Gubernur Maluku Utara: Jalan Trans Kieraha Buka Akses Ekonomi Baru dan Dongkrak Konektivitas Sofifi
Keberadaan jalan trans kieraha akan membuka banyak akses investasi baru dan menjadikan Maluku Utara siap menjadi tuan rumah berbagai event nasional
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
Ringkasan Berita:1. Jalan trans kieraha adalah langkah strategis untuk membuka konektivitas dan mempercepat pertumbuhan ekonomi Sofifi
2. Program pembangunan jalan trans kieraha bukan sekadar proyek infrastruktur melainkan langkah strategis
3. Sherly Laos: Jalan Trans Kieraha Buka Akses Ekonomi Baru dan Dongkrak Konektivitas Sofifi
TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, menegaskan bahwa program pembangunan jalan trans kieraha bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan langkah strategis untuk membuka konektivitas dan mempercepat pertumbuhan ekonomi wilayah, khususnya di ibu kota Sofifi.
Pernyataan itu disampaikan Sherly Laos saat menyampaikan pidato pada sidang paripurna pembicaraan tingkat II R-APBD Induk 2026 di Sofifi, Jumat (7/11/2025).
Dikatakan, proyek jalan tersebut telah melalui kajian dan evaluasi bersama badan pemeriksa keuangan (BPKP).
Berdasarkan hasil kajian harga perkiraan sementara (HPS), ruas jalan sepanjang 29 kilometer itu membutuhkan anggaran sekitar Rp 90 miliar untuk pekerjaan lapisan sirtu (pasir batu).
Baca juga: KNPI Harap Kajari Taliabu Yoki Adrianus Pegang Omongannya: Selesaikan Tunggakan Kasus
"Rp 90 miliar ini diambil dari pos belanja infrastruktur sebesar 10 persen dalam APBD."
"Dengan investasi ini, Pemprov akan memiliki akses darat dari Sofifi menuju bandara milik PT WBN di Kobe dengan waktu tempuh hanya sekitar satu jam, "jelasnya.
Menurut Sherly Laos, keberadaan jalan trans kieraha akan membuka banyak akses investasi baru dan menjadikan Maluku Utara siap menjadi tuan rumah berbagai event nasional, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
"Program jalan trans kieraha adalah bagian dari visi saya bersama Wakil Gubernur untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Sofifi."
"Bayangkan, sudah 26 tahun menjadi ibu kota provinsi, tapi belum punya bandara dan perputaran ekonominya belum mencerminkan potensi Malut yang besar, "ujar Sherly Laos.
Lanjutnya, keberadaan bandara internasional yang kini dibangun PT WBN di Kobe, Halmahera Timur, menjadi peluang besar.
Dengan pembangunan ruas baru jalan trans kieraha, jarak Sofifi ke Kobe yang semula ditempuh 3 jam 5 menit, kini bisa dipangkas menjadi hanya sekitar 1 jam.
"Jalur baru ini menghubungkan Sofifi ke Ekor sejauh 27 kilometer dan dari Ekor ke Kobe 36 kilometer."
"Totalnya sekitar 60 kilometer yang bisa ditempuh dalam waktu satu jam lebih, "ungkap Sherly Laos.
Ia menilai proyek ini adalah solusi realistis untuk menjawab persoalan utama Sofifi selama ini, yakni minimnya konektivitas langsung.
"Selama delapan bulan saya memimpin, banyak investor nasional dan internasional ingin datang ke Sofifi, tapi terkendala akses."
| Musrenbang Haltim 2027, Bappeda Maluku Utara Tegaskan Pembangunan Harus Berakar dari Aspirasi Rakyat |
|
|---|
| Bocah 3 Tahun di Haltim Tak Bisa Bicara, Sherly Laos Gercep Instruksikan Perawatan Anak Stunting |
|
|---|
| DP3A Maluku Utara Dorong Penguatan Perlindungan Perempuan dan Anak, Kasus Kekerasan Mulai Menurun |
|
|---|
| Rakor DP3A Malut, Samsuddin A Kadir Minta Penanganan Kasus Perempuan dan Anak Lebih Komprehensif |
|
|---|
| Pemprov Malut Fokus Rehabilitasi 50 Rumah Warga Desa Sibenpopo Pasca Bentrok |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Gubernur-Maluku-Utara-bicara-tentang-jalan-trans-Kieraha.jpg)