Opini
BAHIM: Teras Depan atau Halaman Belakang Ternate?
Pulau-pulau seperti Batang Dua, Hiri dan Moti secara konsisten menunjukkan sebuah problematika infrastruktur dasar dibandingkan pulau induk Ternate
Dari Akronim Menjadi Etalase Keadilan
Sederhananya istilah BAHIM harusnya menjadi lonceng pengingat, sebagai filosofi keberpihakan atau yang saya sampaikan diatas sebagai "Teras Depan" bukan hanya soal membangun dermaga beton atau jalan aspal.
Ini adalah soal kehadiran negara dan pemerintah kota di setiap jengkal wilayahnya. Tentang rasa keadilan sosial harus kolektif bahwa anak sekolah di tiga daerah terluar memiliki akses informasi yang sama cepatnya dengan anak sekolah di Gamalama, atau warga disana harus memiliki akses layanan publik yang sama dengan warga di kota.
Pemerintah Kota Ternate kini memiliki kesempatan emas untuk menjadikan BAHIM sebagai etalase nasional bagi keberhasilan pembangunan kepulauan yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan. Ini memerlukan ketegasan, transparansi, dan yang terpenting, kerendahan hati untuk selalu mendengarkan suara dari pulau yang paling jauh.
Pada akhirnya, Ternate adalah satu tubuh. Jika kaki di Batang Dua terluka, atau tangan di Hiri dan Moti terasa nyeri, maka seluruh tubuh Kota Ternate akan merasakan demamnya.
Mari kita jadikan BAHIM bukan lagi cerita tentang jarak yang jauh, melainkan cerita tentang potensi masa depan Ternate yang gemilang. (*)
| Menjemput Ruh Para Sultan di Kursi Bioskop |
|
|---|
| Wellness tourism Sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan Daerah di Provinsi Maluku Utara |
|
|---|
| Tanah Ulayat dalam Cengkeraman Kapital: Ketika Pembangunan Menggeser Hak Masyarakat Adat |
|
|---|
| Rolemodel Hikmah Puasa Ramadan |
|
|---|
| Strategi Dekapitasi Amerika dan Israel terhadap Iran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Yokpedi-Lette-SIP-MSi-selaku-pemuda-Kecamatan-Batang-Dua-Kota-Ternate.jpg)