Sabtu, 18 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Opini

Jembatan Laut Maluku Utara: Angkutan Perintis Ciptakan Pemerataan Ekonomi

Berkat adanya angkutan penyeberangan perintis, pemerataan ekonomi di Maluku Utara semakin terwujud

Istimewa
OPINI - Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata, dalam opini berjudul Jembatan Laut Maluku Utara: Angkutan Perintis Ciptakan Pemerataan Ekonomi, Rabu (3/12/2025). 

Peningkatan mobilitas dan pergerakan orang dapat dicapai dengan beberapa strategi utama. Strategi ini meliputi penyediaan armada kapal yang aman, nyaman, dan sesuai kapasitas, perbaikan kualitas dermaga, terminal, dan fasilitas penumpang untuk mendukung kecepatan dan ketertiban, dan integrasi angkutan penyeberangan dengan transportasi lanjutan lainnya.

Untuk menjamin kelancaran pergerakan barang, perlu diutamakan efisiensi distribusi logistik. Hal ini dilakukan dengan menyediakan jalur penyeberangan yang mempersingkat waktu distribusi barang antarpulau, sehingga memperkuat rantai pasok nasional dengan menjadi penghubung utama antara kawasan produksi dan pasar.

Selain itu, penerapan sistem digital seperti e-ticketing, reservasi daring, dan monitoring logistik sangat penting untuk memangkas waktu tunggu secara keseluruhan.

Menurut data terbaru dari Direktorat Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (2025), saat ini terdapat 276 Lintas Angkutan Penyeberangan Perintis.

Jumlah ini merupakan hasil revisi kedua di akhir tahun 2025, dan layanan tersebut didukung oleh 102 kapal motor penyeberangan.

Di Provinsi Maluku Utara, terdapat total 24 Lintasan Angkutan Penyeberangan Perintis yang dilayani oleh 11 kapal motor penyeberangan. Secara rinci, 19 lintasan perintis yang berada dalam provinsi Maluku Utara disubsidi melalui BPTD Maluku Utara. Sementara itu, 2 lintasan perintis di dalam provinsi dan 3 lintasan perintis antarprovinsi mendapatkan subsidi dari berbagai pihak, yaitu BPTD Papua Barat, BPTD Maluku, dan BPTD Sulawesi Tengah.

Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Ngafi melintasi rute Tobelo – Subaim (42 NM). KMP Kerapu II melayani trayek Dowora – Sofifi (8 NM). KMP Lompas melayani trayek Bastiong – Moti (26 NM), Moti – Makian (10 NM), Makian – Kayoa (27NM), Kayoa – Babang (42 NM), dan Babang – Saketa (26NM). KMP Pulau Sagori layani rute Babang – Madopolo (59 NM), Madopolo – Obi (37 NM), Obi – Sanana (115 NM), Sanana – Mangole (5 NM), dan Mangole – Bobong (90 NM).

KMP Ariwangan melayani lintas Kupal – Mandioli (9 NM), Kupal – Kasiruta (32 NM), dan Kasiruta – Busua (22 NM). KMP Gorango melayani trayek Bastiong – Batang Dua (80 NM). KMP Kolorai melayani lintasan Daruba – Dalola (6,45 NM), Daruba – Koloray (5,3 NM), dan Daruba – Zum Zum (4 NM). KMP Arar melayani lintasan Patani – Weda (65 NM) dan Gebe – Patani (63 NM) merupakan lintasan dalam Prvinsi Maluku Utara mendapat subsidi dari BPTD Papua Barat.

KMP Arar melayani lintasan Gag – Gebe (74 NM) yang merupakan lintasan antar provinsi Papua Barat Daya – Maluku Utara. KMP Badaloen melayani lintas Sanana – Teluk Bara (75 NM) merupakan lintasan antar provinsi Maluku Utara – Maluku. KMP Tanjung Api layani lintasan antar provinsi Banggai (Prov. Sulawesi Tengah) – Bobong (Prov. Maluku Utara) sejauh 75 NM.

Selain itu, terdapat lima lintasan komersial yang dioperasikan oleh PT ASDP Ferry. Lintasan-lintasan tersebut meliputi rute Bastiong – Rum (3 mil), Bastiong – Sidangole (12 mil), Bastiong – Sofifi (14 mil), Tobelo – Daruba (28 mil), dan lintasan jarak jauh Ternate – Bitung (156 mil).

Pelabuhan penyeberangan yang ada di Maluku Utara dikelola PT ASDP Ferry, yaitu Pelabuhan Penyeberangan Bastiong (Ternate), Pelabuhan Penyeberangan Rum (Tidore) dan Pelabuhan Penyeberangan Sidangoli (Halmahera Barat). Pelabuhan Penyeberangan yang dikelola oleh BPTD Kelas II Maluku Utara Pelabuhan Penyeberangan Daruba (Kabupaten Pulau Morotai) dan Pelabuhan Penyeberangan Weda (Kabupaten Halmahera Tengah).

Selanjutnya pemda ikut pula mengelola, seperti Dinas Perhubungan Kab. Halmahera Utara (Pelabuhan Penyeberangan Tobelo), Dinas Perhubungan Kab. Halmahera Selatan (Pelabuhan Penyeberangan Kayoa, Pelabuhan Penyeberangan Makian, Pelabuhan Penyeberangan Saketa, Pelabuhan Penyeberangan Babang, Pelabuhan Penyeberangan Obi), Dinas Perhubungan Kab. Halmahera Tengah (Pelabuhan Penyeberangan Patani, Pelabuhan Penyeberangan Gebe), Dinas Perhubungan Kab. Halmahera Timur (Pelabuhan Penyeberangan Subaim), Dinas Perhubungan Kota Tidore Kepulauan (Pelabuhan Penyeberangan Sofifi dan Pelabuhan Penyeberangan Dowora), Dinas Perhubungan Kab. Kepulauan Sula (Pelabuhan Penyeberangan Mangole, Pelabuhan Penyeberangan Sanana), Dinas Perhubungan Kota Ternate (Pelabuhan Penyeberangan Batang Dua, Pelabuhan Penyeberangan Moti), Dinas Perhubungan Kab. Taliabu (Pelabuhan Penyeberangan Bobong).

Rencana lintasan pengembangan angkutan penyeberangan, yaitu:

1. Pelabuhan Penyeberangan Bitung (Sulawesi Utara) – Pelabuhan Penyeberangan Babang (Maluku Utara);

2. Pelabuhan Penyeberangan Bitung (Sulawesi Utara) – Pelabuhan Penyeberangan Weda ( Maluku Utara);

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved