Kamis, 30 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemprov Malut

Gubernur Maluku Utara Sherly Laos Kick-Off Program LAKSMI di Ternate

"Meski kemasan produk UMKM Ternate dinilai sudah alami kemajuan, saya mengingatkan pentingnya menjaga standar rasa dan isi produk, "pinta Sherly Laos

Tayang:
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
Dok: Biro Adpim Setda Pemprov Malut
PROGRAM: Sambutan Gubernur Maluku Utara Sherly Laos pada giat lokal kick off Program LAKSMI (Langkah Aksi Kapasitas Sosial Mikro Untuk Inklusi) yang diselenggarakan di Gamalama Ballroom, Bela Hotel Ternate, Rabu (21/1/2026). Pada kesempatan ini ia berharap para pelaku UMKM di Kota Ternate dan Maluku Utara bisa naik kelas 

Ringkasan Berita:1. Gubernur Maluku Utara Sherly Laos menghadiri langsung kegiatan lokal kick off Program LAKSMI (Langkah Aksi Kapasitas Sosial Mikro Untuk Inklusi)
2. Program ini merupakan kolaborasi strategis antara Eramet Beyond, Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) Foundation
3. Sherly Laos: Saya berharap program ini menjadi wadah nyata bagi para pelaku usaha kecil

TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Gubernur Maluku Utara Sherly Laos menghadiri langsung kegiatan lokal kick off Program LAKSMI (Langkah Aksi Kapasitas Sosial Mikro Untuk Inklusi) yang diselenggarakan di Gamalama Ballroom, Bela Hotel Ternate, Rabu (21/1/2026).

Program ini merupakan kolaborasi strategis antara Eramet Beyond, Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) Foundation, dan pemerintah daerah guna mendorong transformasi UMKM perempuan di Maluku Utara agar naik kelas.

​Dalam sambutannya, Sherly Laos menekankan bahwa Program LAKSMI bukan sekadar kegiatan seremonial.

Ia berharap program ini menjadi wadah nyata bagi para pelaku usaha kecil untuk belajar dan berkembang secara konsisten.

Baca juga: Wali Kota Tidore Muhammad Sinen Dorong Kerja Sama Pemkot–Kemenag, Bukan Sekadar Seremonial

​"Ini adalah ruang tumbuh dan ruang belajar. Harapan kita, para pelaku UMKM di Ternate dan Maluku Utara bisa naik kelas."

"Kehadiran Eramet dan YCAB di sini menunjukkan bahwa Maluku Utara menjadi proyek prioritas nasional dalam pemberdayaan ekonomi, "ungkapnya.

​Gubernur juga menyoroti tantangan klasik yang dihadapi UMKM lokal, yakni konsistensi kualitas produk dan literasi keuangan.

Meskipun kemasan  (packaging) produk UMKM Ternate dinilai sudah mengalami kemajuan pesat, ia mengingatkan pentingnya menjaga standar rasa dan isi produk.

​"Packaging sudah bagus, tapi isinya harus sustain. Jangan sampai kualitas antar kemasan berbeda."

"Ini pekerjaa rumah (PR) kita bersama agar produk kita bisa menjadi oleh-oleh yang terjamin kualitasnya bagi wisatawan, "tambahnya.

​Selain kualitas, literasi keuangan menjadi poin krusial. Gubernur mengingatkan agar para pengusaha tidak hanya mengejar kenaikan omzet, tetapi juga harus mampu mengelola profit dengan bijak demi keberlangsungan usaha.

​Program LAKSMI 2026 di Malut akan memberikan pelatihan kepada 200 pelaku UMKM. Dari jumlah tersebut, akan dikurasi menjadi 25 UMKM terbaik yang akan menerima bantuan modal usaha sebesar Rp5 juta per UMKM.

​Gubernur mengapresiasi langkah ini, namun menekankan pentingnya pendampingan berkala. 

"Pengalaman saya, ketika pendampingan hilang, mereka yang sudah naik kelas bisa turun kelas lagi."

"Jadi, pengontrolan berkala harus tetap berjalan untuk memastikan mereka tetap berada di jalur yang benar (on the right track), "tutur Sherly Laos.

​Senada, CEO YCAB Foundation, Veronica Colondam, menjelaskan bahwa dari 200 peserta pelatihan, akan dikurasi 25 peserta terbaik yang akan menerima hibah modal usaha sebesar Rp5 per UMKM.

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved