Pemkab Pulau Taliabu
Disdik Taliabu Tegaskan Kepsek dan Guru Tak Tinggalkan Sekolah saat Jam Belajar
mengingatkan kepala sekolah (kepsek) dan guru agar tidak mendatangi kantor Dinas Pendidikan saat jam belajar berlangsung tanpa kepentingan yang jelas
Penulis: Laode Havidl | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
- Damruddin Rahman mengingatkan kepala sekolah (kepsek) dan guru agar tidak mendatangi kantor Dinas Pendidikan saat jam belajar berlangsung tanpa kepentingan yang jelas.
- Peringatan tersebut disampaikan Damruddin setelah mendapati seorang kepala sekolah datang ke kantornya pada jam sekolah tanpa urusan penting.
- Pengurusan administrasi seharusnya dilakukan setelah jam sekolah berakhir atau pada waktu istirahat, agar kepala sekolah dan guru tetap fokus menjalankan tugas utama di sekolah.
TRIBUNTERNATE.COM, TALIABU — Plt Kepala Dinas Pendidikan Pulau Taliabu, Damruddin Rahman, mengingatkan kepala sekolah (kepsek) dan guru agar tidak mendatangi kantor Dinas Pendidikan saat jam belajar berlangsung tanpa kepentingan yang jelas.
Peringatan tersebut disampaikan Damruddin setelah mendapati seorang kepala sekolah datang ke kantornya pada jam sekolah tanpa urusan penting.
“Jika kepala sekolah atau guru datang ke kantor dinas dengan urusan yang tidak jelas, apalagi saat jam sekolah, pasti saya usir,” tegas Damruddin, Minggu (1/2/2026).
Baca juga: Abubakar Abdullah: SMK di Malut Harus Menghasilkan, Bukan Hanya Mengajar
Ia menegaskan, pengurusan administrasi seharusnya dilakukan setelah jam sekolah berakhir atau pada waktu istirahat, agar kepala sekolah dan guru tetap fokus menjalankan tugas utama di sekolah.
Menurut Damruddin, kehadiran kepala sekolah dan guru di lingkungan sekolah sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya pada jenjang SD dan SMP.
Selain itu, guru dan kepala sekolah juga diminta aktif memantau kondisi sekolah, menyusul maraknya informasi terkait kasus antar siswa, termasuk perundungan atau bullying.
Baca juga: Jelang Audit BPK, Pemprov Malut Pacu OPD Selesaikan Dokumen Keuangan
“Saat ini banyak persoalan di sekolah, mulai dari siswa bolos, perilaku menyimpang, hingga bullying. Ini terjadi karena kelalaian pengawasan kepala sekolah,” tandasnya.
Damruddin menekankan, kasus bullying memiliki dampak serius terhadap kondisi mental siswa. Oleh karena itu, pihak sekolah diminta lebih memperhatikan dan melindungi peserta didik yang menjadi tanggung jawabnya.
Di sisi lain, Tribunternate.com sebelumnya juga memberitakan dugaan kasus bullying antar pelajar di Pulau Taliabu. Salah satu kasus yang terjadi di Desa Jorjoga bahkan telah ditingkatkan ke proses hukum. (*)
| Warga Desa Wayo Taliabu Perbaiki Jalan Berlubang |
|
|---|
| ADD Tertunda, Perangkat Desa di Taliabu Belum Digaji Sejak Januari 2026 |
|
|---|
| Dikbud Taliabu Respons Hukuman Makan Tanah terhadap 7 Siswa SDN Bobong |
|
|---|
| Peresmian RSUD Bobong Taliabu Belum Dijadwalkan |
|
|---|
| Pansus DPRD Taliabu Temukan Dugaan Pelanggaran Proyek Tanggul Rp 2,2 Miliar di Desa Kasango |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/damruddin-rahman-tim-dapodik.jpg)