KDRT
DPRD Maluku Utara Tanggapi Kasus KDRT yang Libatkan Anggota Brimob di Ternate
"DPRD Maluku Utara siap mengawal kasus ini sampai selesai, termasuk dalam proses sidang kode etik, "tegas Yusran Pauwah
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
Ringkasan Berita:1. DPRD Maluku Utara turut angkat bicara terkait kasus KDRat yang dilakukan anggota Brimob terhadap istrinya hingga menjalani perawatan intensif2. Ketua Fraksi Hanura DPRD Maluku Utara, Yusran Pauwah, menegaskan pihaknya siap mengawal proses hukum kasus tersebut hingga tuntas3. Yusran juga mengapresiasi langkah cepat yang telah diambil oleh Polda Maluku Utara dengan melakukan penahanan terhadap RAP
TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - DPRD Maluku Utara turut angkat bicara terkait kasus KDRat yang dilakukan anggota Brimob terhadap istrinya hingga menjalani perawatan intensif.
Ketua Fraksi Hanura DPRD Maluku Utara, Yusran Pauwah, menegaskan pihaknya siap mengawal proses hukum kasus tersebut hingga tuntas, termasuk pada tahap sidang kode etik di institusi kepolisian.
“DPRD siap mengawal kasus ini sampai selesai, termasuk dalam proses sidang kode etik. Kami juga mengutuk keras segala bentuk kekerasan,” tegas Yusran, Selasa (24/3/2026).
Korban berinisial PW (36) saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Chasan Boesoerie, Kota Ternate, setelah di-KDRT suaminya, RAP alias Raeychan (37), yang merupakan anggota Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Maluku Utara.
Baca juga: Tawuran Antarkampung di Taliabu, 8 Sepeda Motor Warga Rusak
Yusran juga mengapresiasi langkah cepat yang telah diambil oleh Polda Maluku Utara dengan melakukan penahanan terhadap RAP. Namun demikian, ia meminta agar proses hukum terus dilanjutkan secara transparan dan profesional.
“Kami mengapresiasi langkah cepat kepolisian, tetapi proses hukum harus terus berjalan hingga memberikan keadilan bagi korban,” ujarnya.
Selain kasus tersebut, Yusran juga menyoroti insiden kekerasan lain yang menelan korban jiwa di Kabupaten Kepulauan Sula.
Baca juga: Rekomendasi Menu Halal Bihalal Idul Fitri, Sederhana tapi Lezat
Seorang warga bernama Sukra Umafagur (38) dilaporkan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan yang melibatkan oknum anggota TNI AD.
Korban mengembuskan napas terakhir di RSUD Sanana pada Minggu (22/3/2026).
“Kasus ini juga menjadi perhatian serius DPRD. Kami siap mengawal seluruh prosesnya agar berjalan sesuai hukum yang berlaku,” tambahnya seraya menegaskan komitmen untuk terus mengawasi penanganan kasus-kasus kekerasan, baik yang melibatkan aparat maupun masyarakat sipil, guna memastikan keadilan dan perlindungan terhadap korban tetap menjadi prioritas. (*)
| Update Kasus KDRT Oknum Brimob di Ternate, Polisi Periksa 7 Saksi |
|
|---|
| Tanpa Banding, Anggota Brimob di Ternate Dipecat Usai Terbukti KDRT |
|
|---|
| Oknum Polisi di Halsel Dilaporkan Istri, Diduga KDRT dan Perselingkuhan |
|
|---|
| Kasus KDRT Anggota Brimob di Ternate, Sanksi Etik Bripka Raihan Diproses |
|
|---|
| Kondisi Korban KDRT Anggota Brimob di Ternate Membaik, Proses Hukum Tetap Berlanjut |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Ketua-Fraksi-Hanura-DPRD-Maluku-Utara-Yusran-Pauwah.jpg)