Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Terkini Internasional

Gaza Terus Digempur Israel, Lebih dari 200 Orang Tewas dalam Waktu Sepekan

Sejak Minggu hingga Senin Subuh, Israel melancarkan puluhan serangan dalam waktu beberapa menit di daerah kantong Palestina yang padat di pesisir.

AFP/Bashar Taleb via Channel News Asia
Konflik antara Israel dan Palestina ini merupakan yang terparah sejak 2014. Lebih dari 200 orang tewas dalam satu pekan. 

Baku tembak terbesar dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir itu dipicu oleh kerusuhan di Yerusalem.

Sementara di Israel, 10 orang, termasuk satu anak-anak, tewas dan 282 luka-luka akibat tembakan roket yang diluncurkan oleh kelompok bersenjata di Gaza.

Asap tebal membubung dari Menara Jala saat dihancurkan dalam serangan udara Israel di kota Gaza yang dikendalikan oleh gerakan Hamas Palestina, pada 15 Mei 2021. Angkatan udara Israel menargetkan Menara Jala 13 lantai yang menampung media Al-Jazeera yang berbasis di Qatar dan kantor berita Associated Press.
Asap tebal membubung dari Menara Jala saat dihancurkan dalam serangan udara Israel di kota Gaza yang dikendalikan oleh gerakan Hamas Palestina, pada 15 Mei 2021. Angkatan udara Israel menargetkan Menara Jala 13 lantai yang menampung media Al-Jazeera yang berbasis di Qatar dan kantor berita Associated Press. (MAJDI FATHI / NurPhoto / NurPhoto via AFP)

ISRAEL KLAIM "TARGET YANG SAH"

Tentara Israel mengatakan sekitar 3.000 roket telah ditembakkan sejak Senin pekan lalu dari Gaza menuju Israel - tingkat tertinggi yang pernah tercatat.

Namun, mereka juga menambahkan bahwa sistem anti-rudal Iron Dome telah berhasil mencegat lebih dari 1.000 roket.

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dalam pidatonya yang disiarkan televisi pada Minggu (16/5/2021), "kampanye Israel melawan organisasi teroris akan terus berlanjut dengan kekuatan penuh" dan akan "membutuhkan waktu" untuk menyelesaikannya.

Tentara Israel mengatakan telah menargetkan infrastruktur Hamas dan kelompok bersenjata Jihad Islam, termasuk sistem terowongan besar, pabrik senjata, dan tempat penyimpanan.

Serangan udara Israel juga menghantam rumah Yahya Sinwar, pimpinan Hamas di Gaza, kata tentara Israel.

Pihak Israel juga mengedarkan rekaman yang memperlihatkan gumpalan asap dan kerusakan hebat, tetapi tidak mengatakan apakah Yahya Sinwar tewas atau tidak.

Sementara, bola api dan awan puing melesat ke langit pada Sabtu sore ketika angkatan udara Israel meratakan sebuah gedung kantor berita Al Jazeera dan AP, setelah memberi waktu satu jam kepada wartawan untuk melakukan evakuasi.

Pada Minggu kemarin, Benjamin Netanyahu mengatakan gedung itu menampung kantor intelijen "teroris" Palestina.

"Itu adalah target yang sah," katanya.

Tentara Israel menembakkan howitzer self-propelled 155mm ke Jalur Gaza dari posisi mereka di dekat kota selatan Israel Sderot pada 13 Mei 2021.
Tentara Israel menembakkan howitzer self-propelled 155mm ke Jalur Gaza dari posisi mereka di dekat kota selatan Israel Sderot pada 13 Mei 2021. (Menahem KAHANA / AFP)

Baca juga: 75 Pegawai KPK yang Dinonaktifkan Laporkan Firli Bahuri ke Dewan Pengawas KPK

Baca juga: Demokrat KLB: Seharusnya SBY dan AHY Manfaatkan Momen Lebaran Minta Maaf ke Moeldoko dan Jokowi

Baca juga: Fakta Video Wanita Mengamuk Saat Diminta Putar Balik: Mengaku Pegawai Pajak, Sebut Ortu Meninggal

Baca juga: Pegawai KPK Ungkap Kejanggalan TWK: Itu Ternyata Tes Indeks Moderasi Bernegara yang Dipakai TNI AD

PERTENGKARAN ANTAR-KOMUNAL

Kekerasan antara Hamas dan Israel kali ini adalah yang terburuk sejak 2014, ketika Israel melancarkan operasi militer di Jalur Gaza dengan tujuan untuk mengakhiri tembakan roket dan menghancurkan terowongan yang digunakan untuk penyelundupan.

Saat itu, perang menewaskan 2.251 orang di pihak Palestina, sebagian besar warga sipil, dan 74 orang di pihak Israel, sebagian besar tentara.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved