Breaking News:

Lawan Covid19

Jangan Cetak Sertifikat Vaksin Covid-19! Apa Alasannya? Simak Penjelasan Kemkominfo dan Kemenkes RI

Baik pemerintah maupun penyedia layanan perjalanan dan layanan publik, tidak mewajibkan sertifikat vaksin dalam bentuk kartu fisik.

Editor: Rizki A
Pedulilindungi
ILUSTRASI Sertifikat vaksin Covid-19. Simak penjelasan dan alasan tidak perlu mencetak sertifikat vaksin Covid-19 secara fisik. 

TRIBUNTERNATE.COM - Dalam menghadapi pandemi Covid-19, salah satu upaya yang ditempuh adalah program vaksinasi Covid-19.

Setelah menjalani vaksinasi Covid-19, masyarakat pun mendapat sertifikat vaksin.

Sertifikat vaksin Covid-19 saat ini pun menjadi syarat di beberapa tempat umum maupun event tertentu.

Sehingga, ada sebagian masyarakat yang memutuskan untuk mencetak sertifikat vaksin Covid-19 mereka.

Namun, mencetak sertifikat vaksin Covid-19 secara fisik tidak perlu dilakukan. Apa alasannya?

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meminta masyarakat cermat menyimpan data digital dari sertifikat vaksin Covid-19 agar tidak terjadi kebocoran data.

Hal tersebut dikarenakan beberapa waktu terakhir marak jasa pencetakan fisik untuk sertifikat vaksin Covid-19.

Pemilik sertifikat vaksin Covid-19 juga perlu menyadari bahwa sertifikat tersebut menyimpan data pribadi seperti nomor KTP dan QR code yang berisi data pribadi lainnya.

“Kami mengimbau agar pemilik sertifikat vaksinasi Covid-19 dapat menjaga dengan baik data-data yang tersimpan di dalamnya,” kata juru bicara Kominfo, Dedy Permadi, Selasa (14/7/2021), dikutip dari laman aptika.kominfo.go.id.

Kominfo juga menegaskan kepada para pebisnis yang menyediakan jasa pencetakan kartu vaksin agar bisa menjaga kepercayaan konsumennya dengan tidak menyalahgunakan bentuk digital dari sertifikat vaksin Covid-19 itu.

Baca juga: 15 Nama Wakil Menteri Dapat Bonus Maksimal Capai Rp580,5 Juta dari Jokowi, Siapa Saja?

Baca juga: Densus 88 Sebut Afghanistan Training Ground Teroris, Waspadai Kembalinya WNI Eks Kombatan Taliban

Baca juga: 5 Pimpinan KPK yang Dijatuhi Sanksi Kode Etik: Firli Bahuri, Lili Pintauli, hingga Abraham Samad

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved