Terkini Internasional
Parlemen AS Setujui Kucuran Dana Sebesar 1 Miliar Dolar AS untuk Iron Dome Israel
Anggota parlemen AS menyalakan lampu hijau terhadap kucuran dana sebesar 1 miliar dolar AS untuk memasok sistem pertahanan rudal Iron Dome Israel.
Namun, perubahan perangkat lunak telah membuat sistem lebih canggih seiring berjalannya waktu.
Moshe Patel, Kepala Direktorat Homa di Kementerian Pertahanan, mengatakan kepada surat kabar sayap kanan itu bahwa Iron Dome memiliki “kemampuan untuk melawan rudal jelajah, drone, dan lainnya."
Termasuk “ancaman yang bahkan tidak ada di lapangan saat ini, tapi mungkin akan muncul dalam beberapa bulan mendatang. ”
Akan tetap, sejumlah kritikus telah menyebut bahwa Iron Dome pada dasarnya malah berfungsi untuk memperpanjang konflik.
“Seiring waktu, Iron Dome mungkin lebih merugikan mereka daripada memberikan kebaikan,” kata ilmuwan politik Israel Yoav Fromer dalam esai untuk The Washington Post pada 2014.
“Kemampuan Iron Dome untuk melindungi orang Israel dari serangan roket berkala sejauh ini tidak akan pernah menghilangkan perselisihan dan ketidakpuasan yang telah memicu penembakan mereka dengan kejam sejak awal," lanjutnya.
Baca juga: Novel Baswedan: Aneh, Perjuangan Anti Korupsi Dimusuhi Negeri Sendiri, Dihormati Internasional
Baca juga: Novel Baswedan dan 74 Pegawai KPK Dinonaktifkan, Demokrat: Terkesan Memang Mau Disingkirkan
Baca juga: Varian B.1.617 yang Sebabkan Tsunami Covid-19 India Telah Menyebar ke 44 Negara, Termasuk Indonesia
Seberapa berhasilkah Iron Dome menghentikan serangan?
Pejabat Israel dan perusahaan pertahanan mengatakan, sistem tersebut telah berhasil menghentikan ribuan roket dan artileri mencapai target mereka.
Tingkat keberhasilan itu disebut-sebut mencapai lebih dari 90 persen.
Namun, beberapa analis pertahanan mempertanyakan angka-angka itu, dengan alasan bahwa angka-angka Israel untuk intersepsi roket yang berhasil tidak dapat diandalkan.
Selain itu, analis menilai bahwa kelompok-kelompok termasuk Hamas dan Jihad Islam yang menembakkan roket dan artileri dari Gaza telah beradaptasi dengan sistem tersebut.
"Tidak ada sistem pertahanan rudal yang dapat diandalkan secara sempurna, terutama terhadap ancaman yang terus berkembang," tulis Michael Armstrong, seorang profesor di Brock University yang telah mempelajari keefektifan sistem Iron Dome, dalam penilaian 2019 untuk Kepentingan Nasional.
Pada Selasa (11/5/2021), militer Israel kembali mengatakan bahwa 90 persen roket yang mencapai wilayah udara Israel dihancurkan oleh Iron Dome.
Sementara, sekitar 500 rudal telah ditembakkan dari Gaza sejak awal konflik, kata pejabat militer.
Baca juga: Sindir Aktivis, Gigi Hadid: Bela Kesetaraan Ras & LGBT, tapi Abai pada Penindasan di Palestina?
Baca juga: Presiden Palestina Batalkan Perayaan Idul Fitri dan Perintahkan Pengibaran Bendera Setengah Tiang
Baca juga: Palestina Umumkan 7 Kasus Positif Virus Corona, Sekolah Diliburkan, Masjid & Gereja Ditutup
Roket apa yang ditembakkan dari Gaza, dan apa dampaknya terhadap Iron Dome?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/iron-dome.jpg)