Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Dirjen WHO: Dunia Bisa Mengakhiri Situasi Darurat Covid-19 di Tahun 2022, Ini Alasannya

Dirjen WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan bahwa dunia akan bisa segera mengakhiri situasi kedaruratan Covid-19 pada tahun 2022.

AFP/FABRICE COFFRINI
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus di Jenewa, Swiss. 

TRIBUNTERNATE.COM - Pada Senin (24/1/2022), Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa dunia akan bisa segera mengakhiri status kedaruratan Covid-19 di tahun 2022 ini.

Hal itu dikatakan dengan tegas oleh Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, meskipun saat ini kasus kematian akibat Covid-19 masih terus dilaporkan setiap 12 detik.

"Kita dapat mengakhiri Covid-19 sebagai darurat kesehatan global dan kita dapat melakukannya tahun ini," kata Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus dikutip dari The Strait Times, Selasa (25/1/2022).

Untuk merealisasikannya, Dr Tedros meminta agar negara-negara di dunia bekerja lebih keras dalam memastikan akses yang adil pada vaksin dan pengobatan, melacak virus dan varian yang muncul, serta menjaga pembatasan negara.

Selama berbulan-bulan, WHO menuntut agar seluruh negara di dunia berbuat lebih banyak untuk mempercepat distribusi vaksin ke negara-negara miskin.

WHO juga terus menyerukan agar semua negara memvaksinasi setidaknya 70 persen dari populasi mereka pada pertengahan tahun 2022.

Baca juga: 1 dari 2 Pasien Covid-19 Varian Omicron yang Meninggal Dunia Sempat Tak Bergejala

Baca juga: Kenaikan Kasus Omicron Diprediksi Lebih Cepat dan Tinggi, Menkes Imbau Masyarakat Tidak Panik

Sebelumnya, dari 194 negara anggota WHO, sebagian besar negara telah gagal dalam memenuhi target vaksinasi 40 persen populasi pada akhir 2021.

Dirjen WHO juga mengatakan bahwa sebanyak 85 persen orang di Afrika belum menerima satu pun suntikan vaksin Covid-19.

"Kita tidak bisa mengakhiri fase darurat pandemi, kecuali kita bisa menjembatani kesenjangan ini," kata Dr Tedros.

"Pada pekan lalu, rata-rata 100 kasus dilaporkan setiap tiga detik, dan seseorang meninggal karena Covid-19 setiap 12 detik," imbuhnya.

Ilustrasi virus corona
Ilustrasi virus corona (Freepik)

Sebagai informasi, sejak pertama kali muncul hingga saat ini, Covid-19 telah menewaskan lebih dari 5,5 juta orang.

Bahkan, jumlah kasus terus melonjak akibat virus corona varian baru, yakni Omicron hingga ke level tertinggi dan memecahkan rekor.

Sejak varian baru itu muncul di Afrika pada akhir November 2021, Dr Tedros mengatakan bahwa 80 juta kasus telah dilaporkan ke WHO.

Diketahui, jumlah tersebut lebih banyak daripada kasus Covid-19 di tahun 2020.

Baca juga: Sebagian Pasien Covid-19 Masih Bisa Tularkan Virus setelah 10 Hari, Berlaku Juga untuk Omicron?

Baca juga: Sebagian Besar Kasus Omicron Terjadi pada Orang yang Sudah Vaksinasi Covid-19 Dosis Lengkap

Namun demikian, Dr Tedros mengatakan bahwa tampaknya varian Omicron menyebabkan gejala dan penyakit yang lebih ringan daripada varian sebelumnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved