Kasus Tewasnya Brigadir J

Kasus Brigadir J, Kompolnas: Ferdy Sambo Akui Kejahatannya sambil Siapkan Strategi Ringankan Hukuman

Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Yusuf Warsyim menyebut, sedari awal sudah ada strategi yang disiapkan Ferdy Sambo.

Editor: Rizki A
WARTAKOTA/YULIANTO
Ferdy Sambo menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Selasa (17/1/2023). JPU meyakini Ferdy Sambo bersalah dalam kasus pembunuhan yang membuat Brigadir J tewas dalam kondisi tertembak. 

TRIBUNTERNATE.COM - Terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat, Ferdy Sambo, disebut telah menyiapkan strategi untuk meringankan hukuman.

Hal ini disampaikan oleh anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Yusuf Warsyim.

Menurut Yusuf Warsyim, Ferdy Sambo memang sudah secara terang-terangan mengakui kejahatannya.

Akan tetapi, otak penembakan Brigadir J tersebut juga tengah menyusun upaya perlawanan agar lolos dari hukuman maksimal.

"Kami melihat ada strategi-strategi tertentu dan telah menyampaikan ke Ketua Kompolnas bahwa Ferdy Sambo satu sisi dia mengakui perbuatan, tapi di sisi lain dia berusaha untuk melakukan perlawanan," kata Yusuf dalam tayangan Kompas TV, Sabtu (21/1/2023).

Upaya perlawanan dari Ferdy Sambo terlihat mulai dari adanya pengajuan gugatan ke PTUN atas pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) terhadap dirinya sebagai polisi.

Selain itu, belakangan juga beredar video dan suara yang dinarasikan sebagai Ketua Majelis Hakim yang menangani perkara curhat dengan seorang perempuan.

Yusuf mengatakan, hal-hal semacam ini jadi bagian yang terus dipantau oleh Kompolnas.

Baca juga: Ungkap Ada Gerakan Bawah Tanah untuk Bebaskan Ferdy Sambo, Mahfud MD: Kejaksaan Tak Terpengaruh

Baca juga: Ferdy Sambo Disuruh Laporkan Perselingkuhan Putri Candrawathi ke Polisi

Baca juga: Bharada E Dianggap Pelaku Utama Pembunuhan Brigadir J: Benar Penjara 12 Tahun, Tak Perlu Revisi

Terdakwa kasus tewasnya Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J yakni Ferdy Sambo saat menjalani sidang pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (10/1/2023).
Terdakwa kasus tewasnya Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J yakni Ferdy Sambo saat menjalani sidang pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (10/1/2023). (Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra)

"Itu terlihat sempat mengajukan gugatan PTUN atas pemberhentian tidak hormatnya, terus ada kaitannya dengan beredar video suara hakim. Itu kan bagian dari hal-hal yang terus kami pantau," ujarnya.

Sebelumnya Menko Polhukam, Mahfud MD menyebut ada gerakan yang dilakukan oleh sejumlah pihak untuk membuat terdakwa pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Ferdy Sambo bebas atau paling tidak mendapat hukuman ringan. 

Siapkan Strategi Ringankan Hukuman Sejak Awal Sidang Bergulir

Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Yusuf Warsyim juga mengatakan, sebenarnya Kompolnas telah melihat sedari awal sudah ada strategi yang disiapkan Ferdy Sambo.

Bahkan, sejak perkara ini berstatus P21 atau lengkap dan diserahkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, indikasi itu sudah terlihat.

"Sebenarnya dalam kasus ini, ada strategi yang disiapkan oleh Ferdy Sambo. Itu sudah terlihat dalam proses perjalanan hingga P21 hingga dilakukan sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan itu terlihat," kata Yusuf dalam tayangan Kompas TV, Sabtu (21/1/2023).

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved