Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Halmahera Selatan

3 Pelamar PPPK Halmahera Selatan Digugurkan Karena Masa Kerja Belum Cukup

Tiga dari enam pelamar PPPK TA 2023 Halmahera Selatan digugurkan karena masa kerja belum cukup

Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Munawir Taoeda
Tribunternate.com/Nurhidayat Hi Gani
SELEKSI: Tampak ratusan PPPK tenaga kesehatan Halmahera Selatan hasil seleksi 2022 ketika antri mengambil SK. Seleksi PPPK 2023, tiga pelamar dari tenaga kesehatan digugurkan, Kamis (26/10/2023). 

TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Halmahera Selatan menggugurkan 3 dari 6 pelamar PPPK tenaga kesehatan yang dilaporkan bukan honorer.

Sebelumnya, 3 pelamar tersebut sudah dinyatakan lulus dalam seleksi adminstrasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK tahun 2023.

"Jadi setelah kami memverifikasi kembali, ada persyaratan yang kurang 3 pelamar itu."

"Sehingga kita TMS-kan (tidak memenuhi syarat). Sementara yang 3 lagi tetap mengikuti seleksi selanjutnya."

Baca juga: Gubernur Maluku Utara Optimis Bandara Loleo Dibangun

"Karena tetap memunihi syarat, "kata Kabid Pengembangan SDM dan Inka BKPPD Halmahera Selatan, Haris, usai RDP dengan Komisi I DPRD, Kamis (26/10/2023).

Menurutnya, ketiga pelamar yang digugurkan itu lantaran masa SK honrer tahun mereka tidak sinkron dengan ijazah.

"Kemudian ada yang SK-nya dua tahun tapi ijazah wisudanya belum cukup dan masa kerja juga belum cukup," jalasnya.

Dia pun menyebut 3 pelamar yang digugurkan ini berasal dari beberapa Puskesmas.

Namun Haris enggan membeberkan nama-nama pelamar PPK tenaga kesehatan tersebut.

Dengan alasan tidak ingin mendahului Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

"Jadi perubahan itu hanya tiga itu (pelamar PPPK) sesuai temuan kita, "terangnya.

Haris juga mebambahkan, ke depan sebelum pelaksanaan seleksi PPPK.

Baca juga: Dua Terdakwa di Tidore Divonis Bersalah Akibat Edarkan Captikus

Data tenaga kesehatan honorer akan dikawinkan dengan SISDMK dan SSCASN.

Hal ini dilakuan agar masalah seperti ini tidak terulang kembali.

"Sehingga hasil yang ditemukan betul-betul murni tanpa ada rekayasa, "tutupnya mengakhiri. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved