Diskusi Pencegahan Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme di Ternate Maluku Utara
Pesantren harus menjadi gaeda terdepan dalam hal pencegahan intoleransi, radikalisme dan terorisme di Ternate, Maluku Utara
Penulis: Randi Basri | Editor: Munawir Taoeda
"Artinya sudah kembali ke tengah Umat Islam, dan menjadi warga negara yang baik, "tuturnya.
Kemudian Ustadz Mustaqim menyebut, untuk Jamaah Islamiyah di Maluku Utara tidak begitu banyak.
"Aktifitas ada namun lebih kepada kemanusiaan, kalau kekerasan tidak ada, "imbuhnya.
Pimpinan Ponpes Salman Alfarisi Halmahera Tengah Eko Budianto menambahkan.
Selaku elemen masyarakat, tentu sangat berterima kasih atas kegiatan yang dilakukan Densus 88 Polri ini.
Menurutnya, Pesantren harus menjadi garda terdepan dalam hal pencegahan radikalisme.
Akan tetapi ada juga beberapa Pesantren ikut terpapar, untuk itu dengan kegiatan ini cukup bagus.
Baca juga: Cerita Tito Karnavian Sempat Ragu Benny Laos Maju Pilkada Morotai
"Tentu dengan kegiatan ini kita bisa tahu dan paham, bagaimana langkah-langkah yang kita ambil, "ungkapnya.
"Kita pasti bantu apabila ada oknum yang terpapar (radikalisme), maka kita siap untuk ajak mereka kembali pada NKRI."
"Karena berdirinya NKRI atas dukungan para ulama dan masyarakat, "pungkasnya. (*)
| WFH ASN Berlaku Nasional, Pemprov Maluku Utara Sudah Lebih Dulu Terapkan |
|
|---|
| Bupati Halmahera Tengah Terima Kunjungan Gubernur Maluku Utara, Pastikan Pemulihan Pascakonflik |
|
|---|
| Pemkab Halmahera Timur Matangkan Persiapan MTQ Tingkat Kabupaten 2026, Wasile Tengah Tuan Rumah |
|
|---|
| Sherly Laos Tinjau Kondisi Pascakonflik di Halmahera Tengah, Ajak Warga Perkuat Persatuan |
|
|---|
| Soal Batas Belanja Pegawai 30 Persen, Sekprov Maluku Utara Tegaskan Tidak Ada PHK untuk PPPK |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/pencegahan-intoleransi-radikalaisme-di-Ternate.jpg)