Rabu, 13 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Bentrok di Halsel

BREAKING NEWS: Bentrok di Silang-Liaro Halmahera Selatan, Beberapa Warga Jadi Korban

Warga Desa Silang dan Liaro, Kecamatan Bacan Timur Selatan, Halmahera Selatan, dilaporkan ricuh pada Jumat (20/3/2026) sore

Tayang:
TribunTernate.com/Nurhidayat Hi Gani
BENTROK - Sejumlah warga Desa Wayaua berkumpul di jalan Wayaua-Silang usai ricuh warga Silang-Liaro, Kecamatan Bacan Timur Selatan, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Jumat (21/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  1. Warga Desa Silang dan Liaro, Kecamatan Bacan Timur Selatan, Halmahera Selatan, dilaporkan ricuh pada Jumat (20/3/2026) sore.
  2. Akibat bentrokan, empat orang mengalami luka sayatan di kepala, telinga, dan tangan dan sedang mendapat perawatan di Polindes Liaro.
  3. Kericuhan menyebabkan ketegangan di Desa Wayaua, karena sebagian korban merupakan keluarga warga setempat.

TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Warga Desa Silang dan Liaro, Kecamatan Bacan Timur Selatan, Halmahera Selatan, Maluku Utara, dilaporkan ricuh pada Jumat (20/3/2026) sekitar pukul 16.00 WIT.

Akibat ricuh tersebut, beberapa orang alami luka sayatan benda tajam. Ricuh ini turut menimbulkan ketegangan di Desa Wayaua.

Pantauan Tribunternate.com, puluhan warga Wayau tampak berkumpul di jalan raya Wayaua-Silang sekitar pukul 17.30 WIT. Pasalnya, salah satu korban kericuhan, merupakan keluarga mereka.

Baca juga: DPRD Malut Kritik Anggaran Pendidikan 2026: Skema Swakelola Rp20,6 Miliar Jadi Sorotan

Berdasarkan informasi, korban dalam kericuhan ini sebanyak orang. Mereka diduga baku potong menggunakan parang. Sementara lokasi kejadian, di Desa Silang.

Para korban sementara ini diberi perawatan insentif di Polindes Liaro. Luka sayatan para korban, terdapat di kepala, telinga dan tangan.

Kapolres Halmahera Selatan, AKBP Hendra Gunawan, membenarkan adanya kericuhan tersebut.

Ia mengatakan bahwa personel Polres dan Polsek Bacan Timur telah dikerahkan ke lokasi kejadian perkara untuk melakukan pengamanan.

Baca juga: BPBD: Gelombang Tinggi Ancam Perairan Taliabu Utara hingga 23 Maret 2026, Nelayan Tunda Melaut

"Iya benar, sementara kami sudah kerahkan anggota ke TKP," kata Hendra saat dihubungi.

Ia mengaku belum tahu penyebab ricuh melibatkan warga Desa Silang dan Liaro. Sementara ini, polisi masih berupaya melakukan pengamanan warga di dua desa tersebut.

"Kalau itu (penyebab) saya belum tahu. Sementara anggota kami lagi di TKP," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved